Lampung Stunting Agency (LSA), Inovasi Lampung untuk Tangkis Stunting

Bandar Lampung ———————- Status gizi suatu bangsa merupakan modal sekaligus hasil dari pembangunan. status gizi masyarakat yang baik merupakan fondasi  pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi.

Stunting, adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang merupakan salah satu bentuk dari malnutrisi kronis, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu sejak janin hingga anak berusia dua tahun.

baduta/balita yang mengalami stunting akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat beresiko pada menurunnya tingkat produktifitas.

stunting  menjadi salah satu fokus dari Sustainable Development Goals (SDGS) yaitu mengakhiri segala bentuk malnutrisi termasuk stunting pada tahun 2030. sejalan dengan prioritas global tersebut, salah satu prioritas pembangunan kesehatan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019 adalah perbaikan gizi khususnya menurunkan prevalensi Stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengungkapkan data Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa proporsi Stunting pada balita di indonesia menurun 7% dibandingkan tahun 2013, yaitu 37.2% pada tahun 2013 menjadi 30.7% pada tahun 2018. penelitian  yang sama juga menunjukan bahwa proporsi stunting pada bayi umur dua tahun (baduta) adalah 29.9%.

hasil yang  cukup menggembirakan, namun kita jangan lengah, karena angka tersebut belumlah memuaskan karena belum mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ke – III yang pada tahun 2019 memasuki tahun terakhir pelaksanaannya.

selain itu berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) balita di provinsi Lampung   diperoleh hasil presentase balita Stunting di provinsi Lampung terus mengalami peningkatan yaitu tahun 2015 22,7%, tahun 2016 24,8% dan tahun 2017 sebesar 31,6 % imbuh Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes di pertemuan sosialisasi dan perencanaan Lampung Stunting agency (LSA) tingkat provinsi Lampung tahun 2019 pertemuan yang berlangsung di Swissbelhotel Bandar Lampung (20/08/19)

Selain itu beliau juga menghimbau agar kader – kader kesehatan dapat lebih aktif lagi, dalam menyusun, meng- create program program inovasi baik di provinsi maupun di kabupaten/kota dalam upaya menurunkan prevalensi Stunting.

Kegiatan – kegiatan yang sudah ada sejak lama harus diaktifkan kembali, seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS), pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin kepada remaja putri, serta selalu mengimplementasikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

————————————————————————————–
Silahkan unduh Materi Pertemuan Sosialisasi dan Perencanaan Lampung Stunting Agency (LSA) Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2019 di Swissbelhotel Bandar Lampung, 20 Agustus 2019. Disini