Benarkah Lampung Kejadian Luar Biasa Difteri?

Lampung dikabarkan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri dengan terdapatnya satu kasus yang positif penyakit difteri.
Kepala Dinas Kesehatan Lampung, Reihana, menanggapi kabar tersebut, menegaskan, sejauh ini belum terdapat kasus difteri di Lampung.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ditemukan kasus difteri di Lampung. Jajaran Kesehatan terus melakukan pemantauan secara ketat, dan Anti Difteri Serum (ADS) yang dimintakan dari Pusat sudah terkirim,” Reihana di Bandar Lampung, Selasa (12/12).

Media nasional pada edisi Selasa memberitakan, berdasarkan data yang bersumber dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan mengenai kasus KLB Difteri yang terjadi sejak Januari hingga November 2017, di Lampung terdapat 1 kasus dengan angka kematian nihil.
Kasus KLB Difteri tertinggi di Jawa Timur dengan 265 kasus dan 11 kematian, disusul Jawa Barat dengan 117 kasus dan 10 kematian. Aceh 76 kasus dengan 3 kematian, hingga Banten dengan 57 kasus dan 3 kematian. Sedangkan DKI Jakarta 13 kasus dan 2 kematian.

Reihana mengatakan, Dinas Kesehatan Lampung telah mengantisipasi dengan melakukan kewaspadaan terkait penyakit difteri tersebut.

“Kami telah menginformasikan kepada seluruh tim Surveilans Epidemiologi, baik kabupaten, kota, hingga Puskesmas agar melakukan Kewaspadaan Penyakit Difteri,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Lampung juga melayangkan surat ke Kementerian Kesehatan RI berupa permintaan bantuan ADS (Anti Difteri Serum) pada 29 Agustus 2017.

Pada Selasa siang, paket ADS sejumlah 8 vial sudah dikirim ke Lampung.
Reihana mengungkapkan, berdasarkan Laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan sumber Laporan Surveilans dan Imunisasi Dinkes Lampung, terdapat lima kasus suspect (tersangka) selama 2017 ini.

Pertama, pada 29 Mei 2017 anak usia 8 tahun dengan inisial AAW, alamat di Natar, Lampung Selatan, hasil lab negatif difteri.

Kedua, pada 29 Agustus 2017, inisial R usia 49 tahun, alamat Negara Sakti, Lampung Timur, juga negatif difteri.

Ketiga, pasien inisial SF, usia 39 tahun, dari Way Serdang Mesuji, namun tidak sampai diperiksa lab.
Keempat, pada 11 Desember 2017, pasien A usia 7 tahun, alamat Kota Bumi, Lampung Utara, dengan imunisasi tidak lengkap, proses lab-nya sampel usap tenggorok dikirim pada Selasa (12/12).

Kelima, pada 11 Desember 2017 pasien inisial S dengan usia 21 tahun, alamat Simpang Agung, Lampung Tengah, dengan imunisasi lengkap, proses lab-nya sampel usap tenggorok juga dikirim pada Selasa.
Pada 2016, tidak ada kasus. Pada 2015, kasus tersangka difteri di Lampung adalah 3 kasus, dengan hasil Pemeriksaan Laboratorium negatif.

Kemudian ada 1 kasus di tahun 2014 dan 2015 dengan hasil pemeriksaan laboratorium negatif.
Difteri adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh bakteri CorynebacteriumDiphteria.

Penyakit ini dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat.

Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi rutin yang lengkap (dasar pada bayi, lanjutan pada anak usia dibawah dua tahun, anak usia sekolah dasar/sederajat).

Ciri-ciri penyakit difteri adalah demam 38°C, munculnya pseudomembran putih, keabu-abuan, tidak mudah lepas dan mudah berdarah.
Kemudian, sakit waktu menelan, leher membengkak seperti leher sapi, akibat pembengkakan kelenjar leher serta sesak nafas.

Penyakit difteri dapat dicegah melalui imunisasi dengan jadwal saat masih bayi, usia 18-24 bulan, SD Kelas 1, dan SD Kelas 2.




Website Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Juara 1 E-Aspirasi Kemenkes RI

Keberhasilan @dinkesprovlampung sebagai Juara I, Pemenang e-Aspirasi Tahun 2017, Kategori Pengelola Website Dinas Kesehatan Provinsi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Hari Kesehatan Nasional Ke-53 tahun ini membawa kado berkesan bagi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, pasalnya tepat di bulan November ini mendapatkan penghargaan sebagai Juara I Pemenang e-Aspirasi tahun 2017.
Penghargaan sebagai pengelola terbaik Website Dinas Kesehatan Tingkat Provinsi yang diselenggarakan tiap tahun ini diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang telah berhasil mewujudkan beberapa kriteria kompetisi yang sudah ditentukan sebelumnya.

Kompetisi e-Aspirasi di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini sebagai wujud keterbukaan informasi publik, kemudahan akses, desain website, kemanan website, dan kemudahan pencarian informasi khususnya informasi kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

Website dibidang kesehatan setidaknya memiliki 4 manfaat utama, yaitu pemenuhan hak publik terhadap informasi kesehatan, kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses informasi, diseminasi informasi kesehatan terkini serta media komunikasi dan interaksi antar komunitas untuk penyebaran informasi kesehatan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr.dr.hj. Reihana, M.Kes mengapresiasi keberhasilan ini dan berharap keberadaan website Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dapat memberikan manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat.

Reihana juga mengingatkan jajaranya untuk senantiasa meningkatkan upaya pelayanan kepada masyarakat termasuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Apa kriteria pemenang kompetisi e-Aspirasi di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini? Silahkan klik tautan ini : Kriteria e-Aspirasi 2017

sumber : http://www.wartapuskesmas.com/2017/11/13/dinkes-provinsi-lampung-juara-kompetisi-e-aspirasi-2017

Simak juga video apresiasi dari Ka.Pusdatin Kemenkes RI

 




GERMAS – VIDEO SENAM HKN 53 Tahun 2017

 

Video Senam dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke – 53 tahun 2017 yang dilaksanakan serentak di Indonesia, yang bertujuan untuk mengajak masyarakat melakukan GERMAS yaitu bergerak aktif hidup sehat salah satunya dengan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari.
www.kemkes.go.id
www.dinkes.lampungprov.go.id

Share & Download Link : https://youtu.be/MCZo9A2eo4Y




SK Forum Komunikasi (FORKOM) GERMAS Tk. Provinsi Lampung

 

Untuk mensinergikan lintas sektor dalam pelaksanaan Pergub No. 38 Tahun 2017, maka dibentuk Forum Komunikasi Germas Tingkat Provinsi Lampung yg tertuang dalam SK No: G/487/V.02/HK/2017

 

Download SK FORKOM GERMAS Tk. PROV. LAMPUNG




PERGUB No. 38 Tahun 2017 Tentang GERMAS di Provinsi Lampung

Komitmen kuat dari Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, M.Si untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dibuktikan dengan terbitnya Peraturan Gubernur No. 38 Tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan GERMAS di Provinsi Lampung, semoga Pergub ini bisa menjadi payung hukum bagi seluruh komponen masyarakat di Provinsi Lampung untuk melaksanakan GERMAS.
Salam Sehat!

Download PERGUB GERMAS di Provinsi Lampung

 




Hadapi Perubahan Pola Penyakit, Menkes Minta Terapkan GERMAS 

–sehatnegeriku.kemkes.go.id–   Adanya seruan Pemerintah untuk menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) disambut baik oleh Pemerintah Daerah. Provinsi Kepulauan Riau menjadi salah satu daerah yang mendukung penuh pelaksanaan GERMAS tersebut. Dukungan ini ditunjukkan pada penyelenggaraan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tahun 2017 di Batam (11/7).

Pada penyelenggaraan Rakerkesda Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2017 ini, Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, Sp.M(K) menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pelaksanaan GERMAS oleh seluruh Kepala Daerah di Provinsi Kepri. MoU dilakukan antara Gubernur Kepri dan 7 Walikota dan Bupati se-Provinsi Kepri yaitu Walikota Batam, Bupati Tanjung Pinang, Bupati Bintan, Bupati Karimun, Bupati Lingga, Bupati Natuna, dan Bupati Anambas. Komitmen ini berisi instruksi dari Gubernur kepada para Walikota dan Bupati untuk melakukan Peningkatan aktivitas fisik; Perilaku hidup sehat; Penyediaan pangan sehat; Perbaikan gizi masyarakat; Pencegahan dan deteksi dini penyakit; serta Peningkatan kualitas lingkungan dan edukasi hidup sehat di wilayahnya. Penandatanganan komitmen bersama tersebut merupakan bentuk dukungan berarti dari Pemerintah Daerah terhadap kebijakan pembangunan kesehatan di Indonesia.

Sektor kesehatan memang tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan banyak pihak, baik itu dari lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha hingga masyarakat. Semua komponen bangsa diharapkan dapat berpartisipasi untuk terus menyehatkan bangsa. Kualitas hidup manusia Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan kesehatan. Dalam sambutan pembukaan Rakerkesda, Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si, menyatakan pentingnya pembangunan sektor kesehatan di daerahnya. “Sektor yang lain boleh defisit, tapi kesehatan tidak boleh defisit satu persenpun. Kesehatan ini penting sekali karena kesehatan merupakan pondasi pembangunan”, kata Nurdin.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan kesehatan menghadapi pelbagai permasalahan. Kini Indonesia tengah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi. Perubahan ini ditandai dengan meningkatnya kasus kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, diabetes atau kanker. Dampak meningkatnya kejadian PTM adalah meningkatnya pembiayaan pelayanan kesehatan yang harus ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah; menurunnya produktivitas masyarakat; menurunnya daya saing negara yang pada akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri. Oleh karenanya perlu adanya perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif. Situasi inilah yang melatarbelakangi pemerintah melahirkan GERMAS. Gerakan ini didasari oleh Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 yang memerintahkan kepada seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk membuat kebijakan dan melakukan tindakan untuk membangun kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Saat ini GERMAS difokuskan pada: 1) melakukan aktivitas fisik, 2) mengonsumsi sayur dan buah, dan 3) memeriksakan kesehatan secara berkala.

“Mari kita mulai bergeser ke promotif preventif. Di mana dimulainya dari masyarakat, juga dari Puskesmas. Oleh karenanya pendekatan keluarga ini penting sekali. Jadi saya terima kasih kepada puskesmas yang ada di Kepri yang menjadi ujung tombak”, ujar Nila Moeloek saat melakukan dialog interaktif dengan para peserta Rakerkesda.

Menteri Kesehatan didampingi sejumlah pejabat Eselon I dan II Kementerian Kesehatan menghadiri Rakerkesda Provinsi Kepri. Melalui dialog interaktif, Menkes ingin mengetahui langsung perkembangan pembangunan kesehatan di daerah Kepri sekaligus memberi arahan dan solusi terhadap berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi jajaran kesehatan. Rakerkesda merupakan forum tahunan seluruh pemangku kepentingan di sektor kesehatan untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi program dan kegiatan pembangunan kesehatan di daerah. Rakerkesda Provinsi Kepri Tahun 2017 yang mengangkat tema ‘Sinergitas Daerah dalam Implementasi Pendekatan Keluarga dan GERMAS di Provinsi Kepulauan Riau’ ini dihadiri oleh 200 peserta yang berasal dari dinas kesehatan provinsi, kabupaten, kota, rumah sakit, puskesmas dan instansi lintas sektor terkait di Kepri.

 

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, dan email kontak@kemkes.go.id.

 

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH




Kemenkes Tekankan Pentingnya SPM Bidang Kesehatan

–sehatnegeriku.kemkes.go.id– . Sebagai kebutuhan dasar setiap manusia, pembangunan di bidang kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, tapi juga Pemerintah Daerah. Namun demikian mengingat kebutuhan kesehatan yang vital, unik dan kompleks, serta perbedaan kemampuan sumber daya Pemda di seluruh Indonesia, maka peran pemerintah di bidang kesehatan harus distandarisasi melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Salah satu prinsipnya adalah SPM merupakan kewajiban bagi Pemerintah Daerah untuk menjamin setiap warga negara memperoleh kebutuhan dasarnya”, terang Sekretaris Jenderal Kemenkes, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes saat memaparkan materi tentang SPM Bidang Kesehatan pada Rapat Kerja Kesehatan Daerah Tahun 2017 Provinsi Kepulauan Riau, di Batam (11/7).

SPM merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Untuk pelaksanaan SPM tersebut, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2016 tentang SPM Bidang Kesehatan yang memuat 12 jenis pelayanan dasar yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten/Kota. Permenkes ini sudah mengakomodir konsep baru SPM sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Konsep SPM yang baru ini mengalami perubahan yang cukup mendasar dari konsep SPM sebelumnya. Pada SPM yang lalu pencapaian target-target SPM lebih merupakan kinerja program kesehatan maka pada SPM ini pencapaian target-target tersebut lebih diarahkan kepada kewenangan dan kinerja Pemerintah Daerah.

Untuk mencapai SPM kesehatan perlu sinergi peran Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota. “Pemerintah Pusat wajib menyiapkan kebijakan, meningkatkan sumber daya dan mengkoordinasikan peran lintas sektor. Sementara peran Daerah selain melaksanakan SPM yang menjadi tanggung jawabnya, juga melakukan pembinaan dan monev di wilayahnya”, tegas Sesjen.

Selain peranan Daerah, keberhasilan SPM juga didukung oleh adanya Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, dr. Bambang Wibowo, Sp.OG (K), MARS yang juga hadir sebagai pemateri pada Rakerkesda Prov. Kepri ini menjelaskan keterkaitan antara SPM dan PIS-PK. Yang dimaksud dengan Pendekatan Keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan dengan mendatangi keluarga. Sehingga Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung saja, melainkan juga ke luar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya.

“Jika pendekatan keluarga ini dilaksanakan dengan baik maka akan meningkatkan capaian SPM kabupaten/kota. SPM ini merupakan hal penting karena merupakan nilai kinerja dari Kepala Daerah. Hal ini dapat digunakan sebagai media advokasi kepada Kepala Daerah untuk mendukung pendekatan keluarga ini”, kata dr. Bambang.

Pada kesempatan tersebut, dr. Untung juga menyampaikan penjelasan tentang Dana Alokasi Khusus Bidang Kesehatan (DAK). Sejak 2016 DAK terus mengalami peningkatan, khususnya DAK afirmasi yang disalurkan ke Puskesmas. “Dulu semua Puskesmas se-Indonesia hanya mendapatkan DAK sekitar 700 miliar, tahun ini seluruh Puskesmas akan mendapatkan dana lebih dari 5,4 triliun rupiah terdiri dari Rp. 2.2 trilyun untuk DAK Afirmasi dan Rp. 3.2 trilyun untuk DAK Reguler Dasar. Semestinya Puskesmas sekarang semakin baik”, jelas Sesjen.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, dan email kontak@depkes.go.id.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Oscar Primadi, MPH




BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HARGANAS XXIV 2017 (Rilis)

Berita Pers

BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HARGANAS XXIV 2017

Bandar Lampung, 6 Juli 2017.

Harganas (Hari Keluarga Nasional) XXIV 2017 tahun ini diselenggarakan di Provinsi Lampung, yang mana merupakan pengulangan sejarah. Harganas pertama kali dicanangkan di Provinsi Lampung pada tanggal 29 Juni 1993 di Lapangan Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung.

Tujuan peringatan Harganas adalah untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara, keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, DR. dr. Hj Reihana, M.Kes. selaku ketua panita Baksos melaporkan bahwa, ”Jajaran Kesehatan ikut berperan aktif dalam penyelenggaraan Harganas XXIV 2017.”

Adapun rangkaian kegiatan tersebut adalah:

  1. Bakti Sosial yang dilakukan pada tanggal 6 dan 7 Juli 2017 di RS DKT Bandar Lampung (Sunatan masal target 200 anak, Pemeriksaan Tes IVA dan Pelayanan KB dengan sasaran 400 orang).
  2. Kegiatan Donor Darah pada tanggal 6 dan 7 Juli 2017 di UTD Pembina PMI Provinsi Lampung (sasaran 200 orang).
  3. Pengobatan Massal pada tanggal 7 Juli 2017 di Lapangan Korpri Kompleks Pemprov Lampung (sasaran 200 orang)
  4. Seminar Nasional pada 13 Juli 2017 di Hotel Emersia Bandar Lampung, dengan tema Ciptakan Keluarga Sehat melalui Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
  5. Olah raga Keluarga berupa Jalan Sehat dan Senam Germas pada tanggal 14 Juli 2017 di Lapangan Korem 043 Garuda Hitam Enggal Bandar Lampung.

 

Wakil Gubernur Lampung, H. Bachtiar Basri, SH, MM membuka rangkaian Bhakti Sosial dalam rangka Harganas XXIV pada hari ini 6 Juli 2017 di halaman RS DKT Bandar Lampung. Wagub berharap ,”Ayo berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menjadi sasaran Bakti sosial ini dan mari kita praktikkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan kita sehari-hari.”

Dalam sambutannya, Wagub juga menyampaikan,”Melalui keluarga yang bermutu dan kuat menjadi wahana pembangunan bagi Provinsi Lampung yang sangat efektif.  Dengan demikian, keluarga merupakan bagian yang memiliki peran terpenting dan terdepan dalam pembangunan di Provinsi Lampung. Sebagaimana Kita ketahui, keluarga adalah bagian terkecil dari struktur organisasi di masyarakat, keluarga merupakan stage awal kehidupan individu manusia berasal. Keluarga merupakan cerminan dari kepribadian terhadap suasana pengetahuan dan ilmu yang dimiliki.  Oleh karena itu, seseorang dikatakan berhasil dalam hidupnya karena didukung oleh keluarga yang berhasil mengantarkan dirinya. Memperingati Hari Keluarga bukan saja merupakan peristiwa bersama dalam meneguhkan upaya meningkatkan komitmen melanjutkan dan mengembangkan pembangunan keluarga kecil bahagia, tetapi juga harus dijadikan momentum strategis menguatkan budaya silaturahmi dan kebersamaan sebagai sebuah keluarga.”

 

Berita disiarkan oleh Humas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Juru Bicara  Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes melalui no Hp. 082177016688, atau email humas.kesehatanlampung@gmail.com, website dinkes.lampungprov.go.id dan twitter @dinkes_lampung

Rilis lebih lengkap silahkan downlod link dibawah ini :
rilis baksos harganas 2017




Materi Pertemuan Perencanaan 2017

Download Materi Pertemuan Perencanaan 2017 – Hotel Emersia

Pertemuan Perencanaan 2017




Mudik Lebaran 1438H

Bandar Lampung, Juni 2017 – Dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan mengantisipasi arus mudik serta arus balik di Provinsi Lampung, bersama ini kami sampaikan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi  sebagai berikut :

Membentuk posko pelayanan sebanyak 74 Posko  selama 16 hari (H-7 s.d H+7)  yang terdiri dari  :

    • Posko 24 jam yang didirikan Provinsi yang juga dilengkapi dengan Pelayanan Pijat Akupressure dan Akupunktur di lokasi Rajabasa dan Pasir Putih, serta Memberdayakan RS Keliling (Mobile Clinic) untuk  mendukung posko pelayanan yang ada.
    • Posko Pelayanan Pijat Akupressure dan Akupunktur ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan akibat kelelahan dalam perjalanan mudik, dengan petugas sebanyak 5 orang, 3 orang dokter, 1 orang perawat, dan 1 orang pengobat tradisional serta didampingi dan diawasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Persyaratan pasien yang dapat diberikan layanan pijat akupressure dan akupunktur ini antara lain : berusia di atas 12 tahun, tidak dalam keadaan hamil, tidak menderita penyakit kelainan pembekuan darah, tidak sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, tidak dalam kondisi gawat darurat, tidak sedang membutuhkan tindakan operasi, tidak sedang menderita tumor ganas, tidak sedang dalam kondisi terlalu kenyang atau terlalu lapar, tidak menderita penyakit infeksi dan kadar gula < 200 mg/dl. Posko Pelayanan Pijat Akupressure dan Akupunkturini juga berada di jalur Lintas Barat (Kab. Pringsewu) dan Lintas Timur, Rumah sakit Bandar Jaya (Kab. Lampung Tengah)
    • Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga melaksanakan kegiatan pemantauan Posko 3 kali dalam sehari dengan menggunakan Ambulance. Laporan juga kami sampaikan ke Kementerian Kesehatan RI di Jakartasecara online setiap hari pada jam 8 pagi. Koordinator posko kesehatan : UKI BASUKI SKM M.Kes [ 0812 73839917 ], IRMAN THAMRIN SKM, M.Kes  [0813 79395130].
    • 74 Posko  yang tersebar di 15 Kabupaten Kota se-Provinsi Lampung sepanjang jalur mudik. Dinas Kesehatan Kab/Kota bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan, baik Puskesmas yang terletak di jalur arus mudik/balik maupun Puskesmas lain yang diperbantukan termasuk RS Pemerintah dan Swasta di wilayah kerjanya.

Berdasarkan laporan yang masuk di tahun 2016. Angka kunjungan masyarakat yang memanfaatkan posko mudik yang ada sejumlah  3.024 orang, dengan rincian kasus tersering adalah :

1. Kelelahan = 46 % (sebesar 1.392 orang)
2. Diare & Gangguan Pencernaan = 17 % (sebesar 514 orang)
3. Hipertensi / Darah Tinggi = 10 % ( sebesar 453 orang)
4. ICLL =   5 % ( sebesar 151 orang)
5. Dan lain lain =  17 % ( sebesar 514 orang)
Dengan proses rujukan 1,8 % (sebesar 57 orang), yang disebabkan oleh ICLL, Hipertensi/Darah Tinggi.

 

TIPS GEMES (GERAKAN MENGEMUDI SEHAT)
  1. Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik.
  2. Gunakan masker dan lindungi diri anda dari asap, debu dan polusi..
  3. Cuci tangan pakai air sabun dan air mengalir sesering mungkin.
  4. Konsumsi makanan dan minuman yang bersih dan layak, perbanyak makan buah dan sayur.
  5. Tidak memakai narkoba atau minuman keras ketika mengemudi.
  6. Tidak buang air kecil/besar sembarangan gunakan dan jaga toilet umum agar bersih, sehat, dan nyaman serta buang sampah pada tempatnya.
  7. Beristirahat tiap 4 jam perjalanan, jangan memaksakan mengemudi bila lelah/mengantuk. Manfaatkan posko kesehatan atau tempat istirahat untuk bisa melakukan olah raga kecil dan bisa melakukan gerakan relaksasi khususnya kaki, tangan dan leher.
  8. Jangan lupa  membawa obat-obatan sederhana antara lain obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah khususnya untuk mencegah mabuk perjalanan serta obat sakit maag.
  9. Jangan lupa membawa obat2 rutin dikonsumsi untuk penderita penyakit kronismisal penderita kencing manis, hipertensi, penderita asma, kolesterol tinggi dan asam urat.
  10. Disiplin dan patuhi rambu – rambu lalu lintas. Kurangi kecepatan kendaraan anda saat turun hujan/cuaca buruk. Waspada kondisi jalan sempit, bergelombang atau rusak. Periksa kondisi kelayakan kendaraan Kendaraan tidak melebihi muatan dan tidak menyalahi peruntukan kendaraan (pilihlah kendaran yang tepat).
  11. Berhati-hatilah dan selalu waspada agar terhindar dari kejahatan selama dalam perjalanan.

 

TIPS MENOLONG ORANG PINGSAN
  1. Mengembalikan kesadaran dengan bau – bauan yang menyengat seperti minyak wangi, minyak angin, dll.
  2. Jika wajah orang yang pingsan pucat maka sebaiknya badan lebih tinggi dari kepala dengan disanggah sesuatu agar darah dapat mengalir ke kepala korban.
  3. Jika wajah orang yang pingsan itu merah maka sanggah kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ketubuhnya secara normal.
  4. Apabila korban pingsan muntah, maka sebaiknya miringkan kepalanya agar muntah orang itu bisa keluar dan jalur pernafasan lancer kembali.
  5. Jika orang pingsan sudah sadar, bisa diberi minum.
  6. Apabila korban tidak sadar dan membaik maka bawa kepusat pelayanan terdekat.
  7. Perhatikan orang lain disekitar korban, jangan sampai harta benda milik korban raib digondol maling.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Prov. Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes (Hp. 082177016688),
email: humas.kesehatanlampung@gmail.com