Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ajak semua pihak lakukan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes mengajak semua pihak untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Hal itu diungkapkannya saat membuka seminar kesehatan memperingati Hari AIDS se Dunia Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2018 di Aula Husada, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Jum’at (7/12/2018).

“Salah satu upaya yang kita lakukan adalah pencegahan penularan dari ibu ke bayi, sehingga kita dapat menyelematkan generasi mendatang yang terbebas dari virus HIV sekaligus menghindari terjadinya kekerdilan (stunting) pada bayi lahir dari ibu dengan HIV” ujar Dr. dr.Hj. Reihana, M.Kes

Lebih lanjut dikatakannya bahwa tema Hari AIDS Sedunia Tahun 2018 ini yaitu “Saya Berani, Saya Sehat” pada dasarnya bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV/AIDS.

“Keberanian untuk melakukan tes HIV dan melanjutkan pengobatan ARV sedini mungkin jika terdiagnosa HIV, itulah pesan dari tema Hari AIDS tahun ini. Dengan mengetahui status kesehatan sejak dini dan memulai pengobatan ARV jika terjangkit, maka kesehatan dan kualitas hidup akan tetap terjaga, sehingga dapat tetap produktif memberikan terbaik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat”  demikian diungkapkannya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mengharapkan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap HIV akan mendorong tercapainya penurunan epidemi HIV di Indonesia sehingga semangat Eliminasi HIV pada tahun 2030 dapat kita capai.

“3 Zero yang kita harapkan dalam pengendalian HIV ini yaitu tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS serta tidak ada stigma dan diskriminasi” ungkap Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes

“HIV adalah penyakit kronis yang dapat dikelola layaknya penyakit kronis lainnya seperti diabetes meilitus atau hipertensi dan HIV sudah ada obatnya yaitu Anti Retro Viral (ARV) pengobatan ARV dini menjaga ODHA tetap sehat serta dapat mencegah penularan baru” papar Dr.dr. Hj. Reihana, M.Kes.

Menutup sambutannya Dr.dr.Hj. Reihana, M.Kes menekankan perlunya meningkatkan pengetahuan masyarakat agar peduli untuk menjaga kesehatan diri, keluarga dari HIV/AIDS, menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA serta meningkatkan komitmen pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS serta membuka akses dalam pelayanan pengobatan HIV bagi masyarakat.

Adapun narasumber dalam seminar aksi peduli HIV/AIDS ini  menampilkan pembicara drg. Anita Andriani menyampaikan materi Kebijakan Program HIV/AIDS dan Situasi terkini Provinsi Lampung, dr. Tehar Karo Karo, Sp.PD, Tatalaksana pasien HIV dan Upaya Penurunan Stigma Diskriminasi pada ODHA serta dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG  tentang Triple Elimninasi (HIV, Sipilis, Hepatitis) dan Universal Precaution.

Acara yang diikuti oleh 170 orang dokter dan bidan yang bekerja di Rumah Sakit, Puskesmas, juga mahasiswa kedokteran dan kebidanan itu  ditutup dengan pembagian door prize.

Download materi seminar Hari Aids Sedunia Tahun 2018 disini :
http://dinkes.lampungprov.go.id/materi-seminar-hari-aids-sedunia-2018/




Materi Seminar Hari Aids sedunia 2018

MATERI KEBIJAKAN_Kabid

HIV DINAS KESEHATAN_dr Tehar Baru

15 Persiapan Umum sebelum Tindakan

 

 

Sambutan Kepala DInas Kesehatan provinsi Lampung di Hari Aids Sedunia tahun 2018 disini :
http://dinkes.lampungprov.go.id/kepala-dinas-kesehatan-provinsi-lampung-ajak-semua-pihak-lakukan-pencegahan-dan-pengendalian-hiv-aids/

 




Silaturahmi Kerja Nasional ICMI 2018

Diskominfo Prov Lampung – BANDARLAMPUNG—-Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menghadiri Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2018, yang dilangsungkan di Gedung Mahligai Agung Convention Hall, Pasca Sarjana, Universitas Bandar Lampung, Bandar Lampung, Kamis (6/12) malam.

Kegiatan yang mengambil tema “Membangun sumberdaya insani yang berkualitas dan bermartabat melalui peningkatan ekonomi yang adil, makmur, dan mandiri” tersebut dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo dan di hadiri perwakilan ICMI dari seluruh Indonesia dan 11 negara di Asia.

Gubernur Ridho dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir, terutama kepada ketua ICMI pusat, 11 perwakilan negara Asia, dan Presiden Joko Widodo yang beberapa waktu belakangan ini sudah beberapa kali berkunjung ke Provinsi Lampung.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Lampung beserta seluruh masyarakat Lampung mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Silaknas ICMI 2018, terutama kepada Presiden Jokowi yang sudah beberapa kali berkunjung ke Lampung dalam waktu dekat ini,” ucap Gubernur

Selain itu Gubernur Ridho juga mengapresiasi atas dipilihnya Provinsi Lampung sebagai tuan rumah dilaksanakannya Silaknas ICMI 2018 yang sekaligus Hut ICMI ke-28.

Gubernur Ridho menyatakan, bahwa dengan banyaknya event nasional yang diselenggarakan di Lampung, telah mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan Mancanegara (wisman) dan wisatawan Nusantara (wisnus) yang ingin berkunjung ke Lampung.

Menurut data dari kementerian pariwisata, di era kepemimpinan Gubernur Ridho, peningkatan jumlah wisman dan wisnus rata-rata 30% per tahun. Pada 2015, wisman masuk Lampung mencapai 114.907 dan wisnus 5,53 juta. Kemudian, pada 2016, wisman 155.053 dan wisnus meroket menjadi 7,29 juta. Sedangkan pada 2017 kunjungan wisman mencapai 245 ribu dan wisnus mencapai 8,8 jut.

Kemudian dengan akan diresmikannya Jalan tol trans sumatera bakauheni – terbanggi, dermaga eksekutif bakauheni, dan naiknya status Bandara Radin Inten II menjadi bandara Internasional oleh Presiden Jokowi, Gubernur Ridho berkeyakinan bahwa Provinsi Lampung telah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar pulau jawa.

Menutup sambutannya, Gubernur Ridho berharap dengan dilaksanakan Silaknas 2018 di Lampung, dapat membuahkan hasil yang baik untuk kemajuan Indonesia.

“Harapan kami masyarakat Lampung, dengan dilaksanakannya Silaknas 2018 dapat menghasilkan pemikiran dan terobosan-terobosan yang berkualitas, yang baik untuk masyarakat Indonesia, untuk itu saya ucapkan terus berkarya terus membangun, jadi kebanggan bangsa indonesia,” pungkas Ridho.

Kegiatan Silaknas 2018 juga diisi dengan deklarasi dari 11 negara Asia untuk mendirikan Ikatan Cendekiawan Muslim Asia (ICMA).




Promosi Kesehatan Rumah Sakit Lebih Ditekankan

sehatnegeriku.com – Jakarta, 28 November 2018

Menteri Kesehatan RI Nila Moeloek mengatakan permasalahan kesehatan semakin kompleks dimana terjadi Global Burden Non-Communicable Diseases (NCDs), termasuk di Indonesia. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan perorangan diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan melalui promosi kesehatan.

“Di Indonesia, Global Burden NCDs dapat dibuktikan di antaranya dengan tingginya prevalensi TBC dan stunting, serta rendahnya cakupan imunisasi. Karena itu, pelayanan kesehatan perlu diarahkan pada upaya promotif dan preventif,” kata Nila pada Konferensi Nasional Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) ke-4 di Jakarta, Rabu (28/11).

Konferensi Nasional PKRS merupakan ajang dikusi dari berbagai pemangku kepentingan, penyelenggara, praktisi dan akademisi, yang hasilnya menjadi rekomendasi untuk ditindaklanjuti dari berbagai pihak.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kirana Pritasari mengatakan sebelumnya Konferensi Nasional PKRS ke-3 telah digelar di D.I Yogyakarta. Konferensi tersebut menghasilkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 44 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Rumah Sakit .

“Konferensi sebelumnya telah menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang diformulasikan menjadi permenkes (nomor 44 tahun 2018). Di situ ada langkah-langkah yang harus dilakukan, strategi yang harus dipenuhi oleh rumah sakit,” katanya.

Kirana mengharapkan komitmen yang sekarang juga bisa menghasilkan sesuatu dan ada tindak lanjutnya.

“Jadi tidak hanya di dalam forum pertemuan, ada tindak lanjutnya, RS yang hadir di sini mulai melaksanakan promosi kesehatan rumah sakit,” ucap Kirana.

Selanjutnya, Menkes Nila mengharapkan pelaksanaan konferensi ini dapat menghasilkan komitmen dalam mengimplementasikan PKRS.

“Rumah Sakit diharapkan dapat berkomitmen meyelenggarakan promosi kesehatan yang terintegrasi dan berkesinambungan. Diharapkan promosi kesehatan dapat sebagai penggerak dalam melaksanakan reorientasi pelayanan kesehatan,” kata Nila.

Dalam Permenkes itu rumah sakit wajib menyelenggarakan PKRS dengan prinsip paradigma sehat, kesetaraan, kemandirian, keterpaduan, dan kesinambungan. Yang menjadi standar PKRS adalah rumah sakit harus memiliki regulasi promosi kesehatan, melaksanakan assessment promosi kesehatan bagi pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung rumah sakit, dan masyarakat sekitar rumah sakit.

Selain itu, rumah sakit juga melaksanakan intervensi promosi kesehatan dan monitoring evaluasi promosi kesehatan.

PKRS tidak hanya berlaku di Indonesia, tapi seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Collaborating Centre for Health Promotion in Health and Health Care, menekankan agar rumah sakit melakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dalam melaksanakan pelayanan kesehatan.

Dalam mengimplementasikan promosi kesehatan di rumah sakit memerlukan kolaborasi dalam mendukung sistem yang terintegrasi. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat menentukan agar promosi kesehatan bisa dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id.(D2)

Kepala Biro Komunikasi dan
Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM




Gaya Hidup Sehat Cegah Diabetes

sehatnegeriku.com — Jakarta, 31 Oktober 2018

Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang tidak dapat disembuhkan. Tapi dengan kontrol yang baik anak dapat tumbuh dan berkembang selayaknya anak sehat lainnya.

Kontrol itu dilakukan dengan kontrol metabolik, yakni mengupayakan kadar gula darah dalam batas normal atau mendekati nilai normal tanpa menyebabkan anak menjadi kekurangan glukosa dalam darah. Pengelolaannya dilakukan antara lain dengan pemberian tata laksana yang sesuai baik insulin maupun obat-obatan, pengaturan makan, olahraga, edukasi, dan pemantauan gula darah secara mandiri.

Untuk mencapai kontrol metabolik yang optimal dibutuhkan penanganan yang menyeluruh baik oleh keluarga, ahli endokrinologi anak atau dokter anak, ahli gizi, ahli psikiatri, psikolog anak, pekerja sosial, dan educator.

Selain kontrol yang baik, diperlukan juga upaya pencegahan dengan menrapkan gaya hidup sehat. Pertama, mempertahankan berat badan ideal, jika anak memiliki berat badan berlebih, maka upayakan untuk menguranginya sekitar 5-10% untuk mengurangi risiko. Perlu juga diet kalori dan rendah lemak sangat dianjurkan sebagai cara terbaik menurunkan berat badan dan mencegah DM tipe-2.

Kedua, perbanyak makan buah dan sayur. Ketiga, kurangi minum minuman manis dan bersoda. Keempat, aktif berolahraga, upayakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit sehari untuk mencapai berat badan ideal dan menekan tingginya risiko DM tipe-2.

Selain itu, berolahraga juga dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kadar insulin. Kelima, batasi waktu penggunaan gadget, karena jika berlama-lama menggunakan gadget sama dengan membiarkan tubuh tidak bergerak dalam waktu lama.

“Upaya pencegahan itu perlu disosialisasikan tidak hanya oleh pemerintah tapi juga perlu dilakukan oleh semua sektor termasuk masyarakat,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Cut Putri Ariane, M.H.Kes, di Gedung Kemenkes, Rabu (31/10).

Berkaitan dengan hal itu, Kemenkes RI akan memperingati Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada 14 November. Kegiatan yang akan dilakukan, yakni melaksanakan sosialisasi informasi tentang diabetes melalui berbagai media (cetak, elektronik, pemasangan spanduk dan umbul-umbul berisi pesan tentang diabetes).

Selain itu, membuat surat edaran kepada seluruh dinas kesehatan privinsi di Indonesia untuk melakukan promosi kesehatan, deteksi dini. Kemenkes juga mengimbau kepada seluruh pihak agar berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian DM, termasuk mendorong kementerian dan lintas sektor terkait untuk meningkatkan kerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan sehingga semua kebijakan yang ada berpihak pada kesehatan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (D2)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM




Hari AIDS Sedunia, Momen STOP Penularan HIV: Saya Berani, Saya Sehat!

sehatnegeriku.com — Jakarta, 1 Desember 2018

Hari pertama di bulan Desember setiap tahun diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS). Sejak tiga dasawarsa lalu, tanggal 1 Desember menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran semua orang terhadap penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

Seperti yang kita ketahui, tubuh manusia memiliki sel darah putih (limfosit) yang berguna sebagai pertahanan tubuh dari serangan virus maupun bakteri. Virus HIV yang masuk tubuh manusia dapat melemahkan bahkan mematikan sel darah putih dan memperbanyak diri, sehingga lemah melemahkan sistem kekebalan tubuhnya (CD4). Dalam kurun waktu 5-10 tahun setelah terinfeksi HIV, seseorang dengan HIV positif jika tidak minum obat anti retroviral (ARV), akan mengalami kumpulan gejala infeksi opportunistik yang disebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh akibat tertular virus HIV, yang disebut AIDS.

Situasi HIV /AIDS di Indonesia
Permasalahan HIV dan AIDS menjadi tantangan kesehatan hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sejak pertama kali ditemukan sampai dengan Juni 2018, HIV/ AIDS telah dilaporkan keberadaannya oleh 433 (84,2%) dari 514 kabupaten/kota di 34 provinsi di Indonesia.

Jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan sampai dengan Juni 2018 sebanyak 301.959 jiwa (47% dari estimasi ODHA jumlah orang dengan HIV AIDS tahun 2018 sebanyak 640.443 jiwa) dan paling banyak ditemukan di kelompok umur 25-49 tahun dan 20-24 tahun. Adapun provinsi dengan jumlah infeksi HIV tertinggi adalah DKI Jakarta (55.099), diikuti Jawa Timur (43.399), Jawa Barat (31.293), Papua (30.699), dan Jawa Tengah (24.757).

Jumlah kasus HIV yang dilaporkan terus meningkat setiap tahun, sementara jumlah AIDS relatif stabil. Hal ini menunjukkan keberhasilan bahwa semakin banyak orang dengan HIV /AIDS (ODHA) yang diketahui statusnya saat masih dalam fase terinfeksi (HIV positif) dan belum masuk dalam stadium AIDS.
HIV itu ada obatnya, antiretroviral (ARV) namanya. Obat ARV mampu menekan jumlah virus HIV di dalam darah sehingga kekebalan tubuhnya (CD4) tetap terjaga. Sama seperti penyakit kronis lainnya seperti hipertensi, kolesterol, atau DM, obat ARV harus diminum secara teratur, tepat waktu dan seumur hidup, untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA serta dapat mencegah penularan.

ARV dijamin ketersediaannya oleh pemerintah dan gratis pemanfaatannya. Pelayanan ARV sudah dapat diakses di RS dan Puskesmas di 34 provinsi, 227kab/kota. Total saat ini terdapat 896 layanan ARV, terdiri dari layanan yang dapat menginisiasi terapi ARV dan layanan satelit. Dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan terdekat sangat dibutuhkan agar ODHA tetap semangat dan jangan sampai putus obat.

Data Kementerian Kesehatan tahun 2017 mencatat dari 48.300 kasus HIV positif yang ditemukan, tercatat sebanyak 9.280 kasus AIDS. Sementara data triwulan II tahun 2018 mencatat dari 21.336 kasus HIV positif, tercatat sebanyak 6.162 kasus AIDS. Adapun jumlah kumulatif kasus AIDS sejak pertama kali dilaporkan pada tahun 1987 sampai dengan Juni 2018 tercatat sebanyak 108.829 kasus.

Cegah HIV Meski Tidak Mudah Menular
Virus HIV tidak mudah menular, karena hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak amanberisiko, berbagi jarum suntik, produk darah dan organ tubuh, serta dari ibu hamil yang positifdengan HIV dapat menularkan kepada bayinya. Perlu diketahui bahwa virus HIV tidak menular melalui penggunaan toilet bersama, gigitan nyamuk/ serangga, menggunakan alat makan bersama, bersalaman/ berpelukan, ataupun tinggal serumah dengan ODHA. Karenanya, berperilaku hidup bersih dan sehat dapat mencegah terjadinya penularan HIV dan tidak perlu menjauhi ODHA. Untuk itu, menjadi ODHATerinfeksi HIV bukanlah penghalang untuk bersosialisasi, bekerja, dan berkeluarga.

Seseorang yang terinfeksi virus HIV berpotensi menularkan meski tidak memiliki ciri yang dapat dilihat secara kasat mata (fisik). Status HIV seseorang hanya dapat diketahui dengan melakukan cek/pemeriksaan darah di laboratorium. Karena itu, Jika merasa pernah melakukan perilaku berisiko atau merasa berisiko tertular segera lakukan tes HIV.

Secara khusus, bagi para pasien TBC juga perlu diperiksa status HIV-nya, apabila ternyata HIV nya positif, obat ARV dapat membantu keberhasilan pengobatan TBC. Demikian pula bagi para ibu hamil, saat memeriksakan kehamilannya sebaiknya diperiksa pula status HIV, sifilis dan hepatitis B, agar apabila positif dapat segera diberi tindakan pengobatan sehingga penularan kepada bayinya dapat diminimalisasi sehingga terjamin kesehatan baik ibu maupun anak yang dikandungnya.

Upaya pencegahan dan pengendalian HIV -AIDS bertujuan untuk mewujudkan target Three Zero pada 2030, yaitu: 1) Tidak ada lagi penularan infeksi baru HIV, 2) Tidak ada lagi kematian akibat AIDS, dan 3) Tidak ada lagi stigma dan diskriminasi pada orang dengan HIV AIDS (ODHA).

Pada Hari Aids Sedunia (HAS) tahun 2017 lalu, telah dicanangkan strategi Fast Track 90-90-90 yang meliputi:untuk mempercepat pencapaian 90% dari orang yang hidup dengan HIV (ODHA) mengetahui status HIV mereka melalui tes atau deteksi dini; 90% dari ODHA yang mengetahui status HIV untuk memulai terapi pengobatan ARV) dan 90% ODHA yang dalam pengobatan ARV telah berhasil menekan jumlah virusnya sehingga mengurangi kemungkinan penularan HIV; serta tidak ada lagi stigma dan diskriminasi ODHA.
Dalam rangka mencapai target Fast Track 90-90-90, Kementerian Kesehatan juga menggaungkan strategi akselerasi Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan (STOP) untuk mencapai target tahun 2030 tersebut. Tahun ini, diluncurkan pula strategi Test and Treat, yaitu ODHA dapat segera memulai terapi ARV begitu terdiagnosis mengidap HIV.

Selain itu, untuk pencegahan infeksi dan penularan HIV, masyarakat perlu mengingat hal-hal berikut:

  • Bagi yang belum pernah melakukan perilaku berisiko, pertahankan perilaku aman (dengan tidak melakukan perilaku seks berisiko atau menggunakan narkoba suntik);
  • Bila sudah pernah melakukan perilaku berisiko, lakukan tes HIV segera!
  • Bila tes HIV negatif, tetap berperilaku aman dari hal-hal yang berisiko menularkan HIV;
  • Bila tes HIV positif, selalu gunakan kondom saat berhubungam seksual, serta patuhi petunjuk dokter dan minum obat ARV, agar hidup tetap produktif walaupun positif HIV;
  • Jika bertemu ODHA, bersikap wajar dan jangan mendiskriminasi atau memberikan cap negatif, dan berikan dukungan; dan
  • Jika berinteraksi dengan ODHA, jangan takut tertular, karena virus HIV tidak menular baik itu melalui sentuhan, keringat, maupun berbagi makanan. HIV hanya menular melalui cairan kelamin dan darah.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id. (myg)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat
drg. Widyawati, MKM




Sosialisasi penggunaan master website Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (diskominfotik) Provinsi Lampung, Ir. A. Chrisna Putra NR, M.EP, Selasa, (27/11/2018), membuka secara resmi sosialisasi penggunaan master website Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, di Ruang Abung, Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Pemerintah Provinsi Lampung.

Pada kesempatan tersebut Christina Putra menyampaikan bahwa perkembangan zaman makin canggih yang mendorong OPD turut mendukung keberlangsungan implementasi regulasi e-goverment.

“Kita mulai memasuki era 4.0 yaitu era revolusi industri yang menggunakan robot, mesin dan konektivitas” ujar Chrisna Putra. Dikatakannya juga tujuan dari e-goverment merupakan pembentukan jaringan informasi dan transaksi layanan publik yang tidak dibatasi sekat waktu dan lokasi.

Acara yang bertema “Website OPD Pemerintah Provinsi Lampung sarana informasi kepada masyarakat guna mewujudkan Good Governance & Clean Goverment” mengarahkan setiap OPD untuk aktif dalam mendukung pembangunan Provinsi Lampung melalui website yang interaktif dan terstandarisasi.

Menyinggung OPD yang belum aktif dalam membangun website, Kadis Kominfotik Provinsi Lampung ini, mengatakan bahwa hal ini akan memperlambat kredibilitas transformasi Pemerintah Provinsi Lampung, untuk itu ia menyarankan agar OPD yang belum aktif agar segera membangun sistem berbasis website yang akuntable, transparan dan mempunyai aksesibilitas yang baik agar masyarakat mudah mendapatkan informasi.

“Kemudahan mendapatkan informasi merupakan wujud pelayanan prima dari Pemerintah Provinsi Lampung kepada masyarakat”, tutur Chrisna Putra.

Sementara itu Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terus berupaya meningkatkan layanan informasi melalui pengembangan berbasis website, beberapa menu baru diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.




Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis Pimpin Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 54 Tingkat Provinsi Lampung

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 54 Tingkat Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Senin (19/11/2018). Pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) kali ini mengangkat tema “Aku Cinta Sehat” dengan sub tema “Ayo…Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Hamartoni Ahadis pada kesempatan tersebut membacakan sambutan tertulis Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek. Menurut Menteri Kesehatan RI tema HKN kali ini sejalan dengan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), yang menekankan pada upaya promotif dan preventif sebagai pendekatan pembangunan kesehatan. Menurut Menteri Kesehatan GERMAS dan PIS-PK pada dasarnya adalah pendekatan kerjasama, kolaborasi dan integrasi dari seluruh pembangunan untuk melihat kesehatan sebagai investasi bangsa sedangkan PIS-PK pada dasarnya merupakan integrasi dari pelaksanaan program secara berkesinambungan. Pada bagian akhir Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek, mengajak semua komponen yang terlibat untuk dapat mengimplementasikan lebih operasional dan konkrit ditengah-tengah masyarakat

Upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 54 Tingkat Provinsi Lampung ini diikuti oleh ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, unsur Forkopimda Lampung, mahasiswa kesehatan serta Organisasi Profesi Kesehatan Provinsi Lampung. Peringatan kali ini juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada insan kesehatan yang berprestasi.




Dinkes Provinsi Lampung raih Juara E-aspirasi untuk kedua kalinya

Untuk kedua kalinya Website yang dikelola Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meraih juara dalam penilaian Anugerah Situs Inspirasi Sehat Indonesia (E-ASPIRASI) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 54. Sebelumnya pada tahun 2017 Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meraih Juara I dan pada tahun 2018 ini meraih Juara II secara Nasional

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI ini merupakan hasil penilaian terhadap pengelolaan website Dinas Kesehatan Provinsi se Indonesia.

Kepala Pusat Data dan Informasi, Kemenkes RI, Dr.drh. Didik Budijanto, M.Kes, turut mengapresiasi keberhasilan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam mengelola website sehingga dapat tetap mempertahankan keberhasilan tahun 2018 ini. Didik juga berharap kedepan website Dinas Kesehatan Provinsi dapat menampilkan aplikasi data sehingga makin mempermudah publik untuk mengaksesnya.

Sebagaimana diketahui website Dinas Kesehatan Provinsi Lampung yang beralamat http://dinkes.lampungprov.go.id terus berupaya meningkatkan mutu dan layanan informasi kepada masyarakat. “Statistik pengunjung setiap bulannya kita pantau, sehingga dari situ kita ketahui kebutuhan informasi dari pengunjung” ujar dr. Asih Hendrastuti, M.Kes selaku pengelola Website. Lebih lanjut Asih mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung terus berupaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan dari waktu kewaktu.

“Saat ini kami terus berupaya men direct pengunjung ke website dengan meningkatkan peran media sosial yang kita punyai yaitu Fans Page Facebook Dinas Kesehatan Provinsi Lampung serta akun instagram @dinkesprovlampung” ujar juru bicara Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini




Menkes Nila Moeloek Peluk Istri Pegawai Kemenkes Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610

www.depkes.go.id – Jelang tengah malam sekira pukul 22.57 WIB, usai melaksanakan rapat kerja lanjutan bersama Komisi IX DPR RI terkait langkah-langkah pengendalian defisit keuangan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek, didampingi beberapa pimpinan tinggi Kementerian Kesehatan RI menyambangi di RS Polri R. Said Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (29/10).

Tujuan kedatangan Menkes Nila Moeloek adalah untuk berkoordinasi dengan Kepala RS Bhayangkara, Komisaris Besar Polisi dr. Musyafak, terkait penanganan korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi (29/10). Selain itu, Menkes RI Nila Moeloek juga mencari informasi mengenai kejelasan kabar keberadaan pegawai Kementerian Kesehatan dan tenaga kesehatan yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Pada kesempatan yang sama, saat Menkes mengunjungi Posko Antemortem RS Bhayangkara, Menkes Nila Moeloek berjumpa dengan Rismayanti, istri dari Sah Sahabudin (42), Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kesehatan Pelabuhan Pangkal Pinang, salah satu pegawai di unit pelaksana teknis di bawah Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, yang dikabarkan ada di dalam penerbangan tersebut.

Tidak kuasa membendung air mata, Menkes Nila Moeloek memeluk erat Risma dan anak-anaknya untuk menyampaikan empati dan menyemangati mereka. Sebagai informasi, sesaat setelah mendengar kabar yang mengejutkan terkait pesawat yang ditumpangi suaminya tersebut, Risma dan anak-anaknya berangkat dari rumahnya di kawasan Harjatani, Kramatwatu, Kabupaten Serang, ke Bandara Soekarno Hatta dan selanjutnya diarahkan ke RS Polri Bhayangkara untuk mencari informasi dari pihak yang berwenang.

Kepada Menkes, Risma menyatakan bahwa meski belum ditemukan hingga saat ini, pihak keluarga masih mengharapkan dan mendoakan yang terbaik untuk suaminya, Sahabuddin, agar dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Menkes Nila Moeloek menyampaikan bahwa segenap jajaran Kementerian Kesehatan RI, menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, serta menyampaikan empati bagi seluruh keluarga penumpang dan awak pesawat yang menjadi korban tragedi tersebut.

”Kami turut berduka cita atas musibah yg terjadi ini, dan kalau kita lihat penumpangnya (banyak) abdi negara yang ingin kembali bekerja, termasuk diantaranya ada (pegawai) Kemenkes, satu orang staf dari kantor kesehatan pelabuhan. Selain itu, ada satu dokter spesialis penyakit dalam yang baru saja lulus dan mendapat tugas wajib kerja dokter spesialis (WKDS) di Pangkal Pinang. Infonya lagi dua orang dokter Puskesmas di sana, salah satunya yang sedang melakukan penerbangan bersama suaminya yang (juga seorang) dokter beserta anaknya yang masih kecil. Kami bermaksud untuk mendapatkan informasi untuk kejelasan.” jelas Menkes saat memberi keterangan kepada media usai peninjauan.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.