Infografis Update Situasi COVID-19 Provinsi Lampung 27 Maret 2020

Update Situasi COVID-19 Provinsi Lampung




Gubernur Lampung, Serahkan Alat Pelindung Diri (APD)

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menyerahkan 2000 Alat Pelindung Diri (APD) kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr.dr.Hj. Reihana, M.Kes (@wijayantoreihana) selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung di Markas KOREM 043/Garuda Hitam, Kamis (26/3/2020). Bantuan tersebut berasal dari Tim Gugus Tugas Covid-19, Pemerintah Pusat yang pengelolaannya di tangani langsung Komandan KOREM O43/Garuda Hitam

Direncanakan Jum’at, (27/3/2020) Alat Pelindung Diri (APD) tersebut akan diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit se- Provinsi Lampung untuk Tim Medis penanganan Covid-19 se- Provinsi Lampung.

Pada kesempatan penyerahan APD tersebut Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghimbau agar masyarakat mengindahkan instruksi dan imbauan Presiden, Kapolri, Mendagri dan Surat Edarab Gubernur untuk tetap berada di rumah.




Wagub Chusnunia, Pimpin Rapat Refocusing Anggaran Penanganan Dampak Covid-19

BANDARLAMPUNG —– Wakill Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) memimpin rapat refocusing anggaran penanganan dampak Covid-19, yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah se-Provinsi Lampung, di Ruang Comend Center, Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung, Bandarlampung, Kamis (26/3/2020).
.
Rapat tersebut merupakan pendampingan pengadaan barang dan jasa yang tujuannya agar anggaran yang sifatnya tidak urgent dapat digunakan untuk penanganan Covid-19 sesuai arahan Presiden.
.
Dalam kesempatan itu, Wagub Nunik menjelaskan bahwa dalam penanganan Covid-19 perlu ditangani dari akar persoalan, inti persoalan, dan efek persoalan, Artinya yang ditangani dari hulu sampai hillir. .
“Akar persoalan bagaimana masuknya carrier ditangani. Inti persoalan termasuk Dinas Kesehatan sebagai garda terdepan mulai dari Alat Pelindung Diri (APD), penanganan pasien, tenaga kesehatan dan sebagainya,” ujar Wagub.
.
Kemudian, lanjut Wagub, efek persoalan seperti kemungkinan pihak terdampak secara langsung dan paling berat seperti yang mengandalkan pendapatan harian seperti buruh harian lepas, UMKM, dan sebagainya. “Oleh karena itu, kita perlu intervensi anggaran ke arah sana,” jelasnya.

sumber : lampungprov.go.id




Infografis Update Situasi COVID-19 Provinsi Lampung 26 Maret 2020

INFOGRAFIS UPDATE KASUS COVID19 LAMPUNG 26 MARET 2020




Infografis Update Situasi COVID-19 Provinsi Lampung 25 Maret 2020

Infografis covid-19 lampung 25 Maret 2020




Infografis Update Situasi COVID-19 Provinsi Lampung 24 Maret 2020

infografis UPDATE KASUS COVID19 LAMPUNG 24 MARET 2020
Update Info Covid-19 Provinsi Lampung, Selasa, 24 Maret 2020.

Terjadi perubahan data pada ODP dikarenakan perubahan definisi operasional sesuai buku pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 (revisi 3) yang menyatakan ODP adalah Orang yang mengalami demam lebih dari 38 derajat Celcius atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang menyakinkan dan pada 14 hari sebelum timbul gejala memenuhi salah satu kriteria berikut; 1). Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal diluar negeri yang melaporkan transmisi lokal 2). Memiliki riwayat atau tinggal diarea transmisi lokal di Indonesia.




Infografis : Cuci Tangan Pakai Sabun vs Hand Sanitizer

INFOGRAFIS HANDSANITIZER VS SABUN AIR yellow




Infografis : 4 Rumah Sakit Rujukan di Provinsi Lampung

Infografis 4 RS RUJUKAN COVID-19 2020 dinkes lampung




Infografis Update Situasi COVID-19 Provinsi Lampung 23 Maret 2020

infografis UPDATE KASUS COVID19 LAMPUNG SENIN 23 MARET 2020




Tanpa Gejala, Usia Muda Bisa Menjadi Sumber Penularan Covid-19

sehatnegeriku.kemkes.go.id : Jakarta, 21 Maret 2020

Juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan bahwa tak hanya kelompok usia lanjut maupun mereka yang memiliki penyakit penyerta saja yang berpotensi terjangkit Covid-19, kelompok usia muda dengan imunitas yang bagus pun juga rawan tertular, bahkan gejalanya sangat minim.

“Data yang kita miliki dan data secara global, memang pada kelompok usia muda memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, namun harus dipastikan bahwa bukan berarti kelompok muda ini bisa terkena, bisa terkena dan tanpa gejala” kata Yuri.

Tanpa gejala inilah yang menjadi salah satu faktor penyebaran yang semakin cepat. Pasalnya yang bersangkutan tidak menyadari telah terjangkit Covid-19 dan tidak melakukan isolasi mandiri dirumah.

“Inilah menjadi hal yang mendasar sehingga persebarannya semakin cepat. Apabila ini menular ke saudara-saudara kita yang usianya lebih tua dan rawan maka ini akan menjadi masalah yang serius untuk keluarga kita,” Jelasnya.

Pihaknya meminta agar kelompok muda memahami benar risiko ini sehingga upaya pencegahan terhadap penularan dan penyebaran bisa terus dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan.

“Meskipun masih merasa muda masih merasa kuat, perhatikan betul bahwa kita menjadi salah satu sumber penularan bagi keluarga kita”

Yuri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama, berkomitmen penuh melaksanakan imbauan pemerintah untuk mengurangi aktivitas diluar rumah.

“Oleh karena itu patuhi benar imbauan dari pemerintah untuk lebih banyak dirumah dan semaksimal mungkin tidak keluar rumah, ini yang menjadi penting untuk melakukan pencegahan,” Ujarnya.

Hotline Virus Corona 119 ext 9. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak@kemkes.go.id (MF)

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat

drg. Widyawati, MKM