BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HARGANAS XXIV 2017 (Rilis)

Berita Pers

BAKTI SOSIAL DALAM RANGKA HARGANAS XXIV 2017

Bandar Lampung, 6 Juli 2017.

Harganas (Hari Keluarga Nasional) XXIV 2017 tahun ini diselenggarakan di Provinsi Lampung, yang mana merupakan pengulangan sejarah. Harganas pertama kali dicanangkan di Provinsi Lampung pada tanggal 29 Juni 1993 di Lapangan Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim Bandar Lampung.

Tujuan peringatan Harganas adalah untuk mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara, keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, DR. dr. Hj Reihana, M.Kes. selaku ketua panita Baksos melaporkan bahwa, ”Jajaran Kesehatan ikut berperan aktif dalam penyelenggaraan Harganas XXIV 2017.”

Adapun rangkaian kegiatan tersebut adalah:

  1. Bakti Sosial yang dilakukan pada tanggal 6 dan 7 Juli 2017 di RS DKT Bandar Lampung (Sunatan masal target 200 anak, Pemeriksaan Tes IVA dan Pelayanan KB dengan sasaran 400 orang).
  2. Kegiatan Donor Darah pada tanggal 6 dan 7 Juli 2017 di UTD Pembina PMI Provinsi Lampung (sasaran 200 orang).
  3. Pengobatan Massal pada tanggal 7 Juli 2017 di Lapangan Korpri Kompleks Pemprov Lampung (sasaran 200 orang)
  4. Seminar Nasional pada 13 Juli 2017 di Hotel Emersia Bandar Lampung, dengan tema Ciptakan Keluarga Sehat melalui Pendekatan Keluarga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.
  5. Olah raga Keluarga berupa Jalan Sehat dan Senam Germas pada tanggal 14 Juli 2017 di Lapangan Korem 043 Garuda Hitam Enggal Bandar Lampung.

 

Wakil Gubernur Lampung, H. Bachtiar Basri, SH, MM membuka rangkaian Bhakti Sosial dalam rangka Harganas XXIV pada hari ini 6 Juli 2017 di halaman RS DKT Bandar Lampung. Wagub berharap ,”Ayo berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang menjadi sasaran Bakti sosial ini dan mari kita praktikkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam kehidupan kita sehari-hari.”

Dalam sambutannya, Wagub juga menyampaikan,”Melalui keluarga yang bermutu dan kuat menjadi wahana pembangunan bagi Provinsi Lampung yang sangat efektif.  Dengan demikian, keluarga merupakan bagian yang memiliki peran terpenting dan terdepan dalam pembangunan di Provinsi Lampung. Sebagaimana Kita ketahui, keluarga adalah bagian terkecil dari struktur organisasi di masyarakat, keluarga merupakan stage awal kehidupan individu manusia berasal. Keluarga merupakan cerminan dari kepribadian terhadap suasana pengetahuan dan ilmu yang dimiliki.  Oleh karena itu, seseorang dikatakan berhasil dalam hidupnya karena didukung oleh keluarga yang berhasil mengantarkan dirinya. Memperingati Hari Keluarga bukan saja merupakan peristiwa bersama dalam meneguhkan upaya meningkatkan komitmen melanjutkan dan mengembangkan pembangunan keluarga kecil bahagia, tetapi juga harus dijadikan momentum strategis menguatkan budaya silaturahmi dan kebersamaan sebagai sebuah keluarga.”

 

Berita disiarkan oleh Humas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Juru Bicara  Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes melalui no Hp. 082177016688, atau email humas.kesehatanlampung@gmail.com, website dinkes.lampungprov.go.id dan twitter @dinkes_lampung

Rilis lebih lengkap silahkan downlod link dibawah ini :
rilis baksos harganas 2017




Mudik Lebaran 1438H

Bandar Lampung, Juni 2017 – Dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1438 H dan mengantisipasi arus mudik serta arus balik di Provinsi Lampung, bersama ini kami sampaikan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi  sebagai berikut :

Membentuk posko pelayanan sebanyak 74 Posko  selama 16 hari (H-7 s.d H+7)  yang terdiri dari  :

    • Posko 24 jam yang didirikan Provinsi yang juga dilengkapi dengan Pelayanan Pijat Akupressure dan Akupunktur di lokasi Rajabasa dan Pasir Putih, serta Memberdayakan RS Keliling (Mobile Clinic) untuk  mendukung posko pelayanan yang ada.
    • Posko Pelayanan Pijat Akupressure dan Akupunktur ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan akibat kelelahan dalam perjalanan mudik, dengan petugas sebanyak 5 orang, 3 orang dokter, 1 orang perawat, dan 1 orang pengobat tradisional serta didampingi dan diawasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Persyaratan pasien yang dapat diberikan layanan pijat akupressure dan akupunktur ini antara lain : berusia di atas 12 tahun, tidak dalam keadaan hamil, tidak menderita penyakit kelainan pembekuan darah, tidak sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, tidak dalam kondisi gawat darurat, tidak sedang membutuhkan tindakan operasi, tidak sedang menderita tumor ganas, tidak sedang dalam kondisi terlalu kenyang atau terlalu lapar, tidak menderita penyakit infeksi dan kadar gula < 200 mg/dl. Posko Pelayanan Pijat Akupressure dan Akupunkturini juga berada di jalur Lintas Barat (Kab. Pringsewu) dan Lintas Timur, Rumah sakit Bandar Jaya (Kab. Lampung Tengah)
    • Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga melaksanakan kegiatan pemantauan Posko 3 kali dalam sehari dengan menggunakan Ambulance. Laporan juga kami sampaikan ke Kementerian Kesehatan RI di Jakartasecara online setiap hari pada jam 8 pagi. Koordinator posko kesehatan : UKI BASUKI SKM M.Kes [ 0812 73839917 ], IRMAN THAMRIN SKM, M.Kes  [0813 79395130].
    • 74 Posko  yang tersebar di 15 Kabupaten Kota se-Provinsi Lampung sepanjang jalur mudik. Dinas Kesehatan Kab/Kota bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan, baik Puskesmas yang terletak di jalur arus mudik/balik maupun Puskesmas lain yang diperbantukan termasuk RS Pemerintah dan Swasta di wilayah kerjanya.

Berdasarkan laporan yang masuk di tahun 2016. Angka kunjungan masyarakat yang memanfaatkan posko mudik yang ada sejumlah  3.024 orang, dengan rincian kasus tersering adalah :

1. Kelelahan = 46 % (sebesar 1.392 orang)
2. Diare & Gangguan Pencernaan = 17 % (sebesar 514 orang)
3. Hipertensi / Darah Tinggi = 10 % ( sebesar 453 orang)
4. ICLL =   5 % ( sebesar 151 orang)
5. Dan lain lain =  17 % ( sebesar 514 orang)
Dengan proses rujukan 1,8 % (sebesar 57 orang), yang disebabkan oleh ICLL, Hipertensi/Darah Tinggi.

 

TIPS GEMES (GERAKAN MENGEMUDI SEHAT)
  1. Siapkan fisik yang sehat dan prima sebelum mudik.
  2. Gunakan masker dan lindungi diri anda dari asap, debu dan polusi..
  3. Cuci tangan pakai air sabun dan air mengalir sesering mungkin.
  4. Konsumsi makanan dan minuman yang bersih dan layak, perbanyak makan buah dan sayur.
  5. Tidak memakai narkoba atau minuman keras ketika mengemudi.
  6. Tidak buang air kecil/besar sembarangan gunakan dan jaga toilet umum agar bersih, sehat, dan nyaman serta buang sampah pada tempatnya.
  7. Beristirahat tiap 4 jam perjalanan, jangan memaksakan mengemudi bila lelah/mengantuk. Manfaatkan posko kesehatan atau tempat istirahat untuk bisa melakukan olah raga kecil dan bisa melakukan gerakan relaksasi khususnya kaki, tangan dan leher.
  8. Jangan lupa  membawa obat-obatan sederhana antara lain obat anti diare, obat sakit kepala, obat anti alergi, obat anti mual-muntah khususnya untuk mencegah mabuk perjalanan serta obat sakit maag.
  9. Jangan lupa membawa obat2 rutin dikonsumsi untuk penderita penyakit kronismisal penderita kencing manis, hipertensi, penderita asma, kolesterol tinggi dan asam urat.
  10. Disiplin dan patuhi rambu – rambu lalu lintas. Kurangi kecepatan kendaraan anda saat turun hujan/cuaca buruk. Waspada kondisi jalan sempit, bergelombang atau rusak. Periksa kondisi kelayakan kendaraan Kendaraan tidak melebihi muatan dan tidak menyalahi peruntukan kendaraan (pilihlah kendaran yang tepat).
  11. Berhati-hatilah dan selalu waspada agar terhindar dari kejahatan selama dalam perjalanan.

 

TIPS MENOLONG ORANG PINGSAN
  1. Mengembalikan kesadaran dengan bau – bauan yang menyengat seperti minyak wangi, minyak angin, dll.
  2. Jika wajah orang yang pingsan pucat maka sebaiknya badan lebih tinggi dari kepala dengan disanggah sesuatu agar darah dapat mengalir ke kepala korban.
  3. Jika wajah orang yang pingsan itu merah maka sanggah kepalanya dengan bantal atau sesuatu agar darah di kepalanya bisa mengalir ketubuhnya secara normal.
  4. Apabila korban pingsan muntah, maka sebaiknya miringkan kepalanya agar muntah orang itu bisa keluar dan jalur pernafasan lancer kembali.
  5. Jika orang pingsan sudah sadar, bisa diberi minum.
  6. Apabila korban tidak sadar dan membaik maka bawa kepusat pelayanan terdekat.
  7. Perhatikan orang lain disekitar korban, jangan sampai harta benda milik korban raib digondol maling.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Prov. Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes (Hp. 082177016688),
email: humas.kesehatanlampung@gmail.com




75 Dokter Internship Siap Bertugas di Provinsi Lampung

Bandar Lampung, 06 Juni 2017

Hari ini Provinsi Lampung mendapatkan 75 orang Dokter Interenship yang akan mengabdi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu di Rumah Sakit dan Puskesmas di Provinsi Lampungyang dilakukan oleh Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Badan PPSDM Kemenkes RI yaitu Dra. Oos Fatimah Rosyati, M.Kes kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung DR. Dr Hj. Reihana , M.Kes mewakili Pemerintah Daerah Provinsi Lampung.

Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Program pembangunan kesehatan yang menekankan pada kesinambungan dan seluruh tahapan siklus kehidupan manusia. PIDI merupakan tahap pelatihan keprofesian pra-registrasi berbasis kompetensi pelayanan primer guna memahirkan kompetensi yang telah mereka capai setelah memperoleh kualifikasi sebagai dokter melalui pendidikan kedokteran dasar. Program ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 299/Menkes/Per/IV/2010 tentang Penyelenggaraan Program Internsip dan Penempatan Dokter Pasca Internsip.

Program ini diikuti oleh para dokter yang telah memiliki Surat Tanda Registerasi (STR) Internsip yang dikeluarkan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). PIDI dilaksanakan di sarana pelayanan kesehatan yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan disyahkan oleh KIDI Pusat sebagai wahana internsip. Melalui program tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kekurangan tenaga dokter di Kabupaten / Kota Provinsi Lampung. Dengan demikian masyarakat akan semakin mudah untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan akan semakin menjadi lebih baik.

Pada sambutannya kepada seluruh peserta PIDI Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes menghimbau,”Kepada para peserta program ini, kiranya dapat melaksanakan tugas dokter internsip dengan sungguh-sungguh dimanapun saudara ditempatkan sesuai dengan kewenangannya dan selalu menjalin komunikasi profesional dengan dokter pendamping yang akan mendampingi tugas saudara”.

PIDI di Provinsi Lampung sudah berlangsung sejak tahun 2012 dengan jumlah peserta 189 orang (th. 2012),170 orang (th.2011), 90 orang(th. 2014), 117 orang (th.2015), 170 orang (th.2016), dan untuk tahun ini adalah 75 orang.

Pada Program Internsip angkatan II periode Juni 2017 s.d. Juni 2018 peserta PIDI berjumlah 77 orang tetapi 2 orang mengundurkan diri karena sudah diterima sebagai tenaga kesehatan di Fasilitas Kesehatan TNI yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran dari FK Universitas Lampung (40 orang), FK Universitas Malahayati (21 orang), FK Universitas Sriwijaya (1 orang), FK Universitas Mataram (1 orang), FK Univ. Islam Indonesia (2 orang), FK Univ. Kristen Duta Wacana (1 orang), FK Universitas Syiah Kuala (1 orang), FK Universitas Yarsi (1 orang), FK Universitas Batam (1 orang), FK Universitas Trisakti (1 orang), FK Univ. Muhammadiyah Malang (1 orang).

Para peserta program internsip ini akan ditugaskan selama 1 (satu) tahun, yakni 8 (delapan) bulan di rumah sakit dan 4 (empat) bulan di Puskesmas Kabupaten / Kota sesuai dengan wahana penugasannya.

Adapun rumah sakit yang menjadi wahana PIDI pada periode ini, yaitu RS. Dadi Djokrodipo, RSUD Bob Bazar Kalianda, RS. Demang Sepulau Raya, RSUD Pringsewu. Sedangkan wahana Puskesmas, yaitu : Puskesmas Simpur (Bandar Lampung), Puskesmas Panengahan (Lampung Selatan), Puskesmas Bandar Jaya (Lampung Tengah), dan Puskesmas Pringsewu (Pringsewu).

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Juru Bicara Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Asih Hendrastuti, M.Kes Ponsel 082177016688, email : humas.kesehatanlampung@gmail.com, www.dinkes.lampungprov.go.id




Persiapan HARGANAS XXIV (Hari Keluarga Nasional) Tahun 2017

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung persiapkan berbagai kegiatan dalam rangka HARGANAS XXIV Tahun 2017

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mendukung penuh pelaksanaan Harganas 2017, hal tersebut ditegaskan Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam rapat lanjutan kesiapan Harganas (Senin,29/05) bertempat di Auditorium Husada, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

“Kita akan berpartisipasi untuk beberapa kegiatan diantaranya Sunatan Masal, Rekor Muri Senam Germas, Pengobatan Gratis serta Seminar Nasional” lanjut Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung

Didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Dra. Hj. Paulina JS, MM, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr.dr. Hj. Reihana, M.Kes berharap kegiatan yang akan ditampilkan dari jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Lampung  dapat memberikan konstribusi bagi kesuksesan acara Harganas yang bakal dihelat di Provinsi Lampung.

Sebagaimana diinformasikan bahwa Provinsi Lampung, bersiap menjadi tuan rumah HARGANAS ke XXIV Tahun 2017. Rencananya acara tersebut akan mengundang Bapak Presiden Joko Widodo, Para Menteri, Bupati dan Walikota se Indonesia




Germas waway karya

Konsep Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kali ini sangat istimewa, karena berbarengan dengan peringatan Isra Mi’raj, demikian disampaikan Gubernur Lampung, M.Ridho Ficardo dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten III Ir. Amartoni Ahadis, M.M, saat membuka Germas dan peringatan Isra Mi’raj, di Lapangan Desa Tritunggal, Kec. Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Rabu (26/04/2017).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Ny. Agustina Toha, ibunda dari Gubernur M.Ridho Ficardo, Ridho juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia, dinas terkait, serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Kabupaten Lampung Timur, khususnya Kecamatan Waway Karya.

Tidak lupa Ridho juga mengajak seluruh masyarakat, dengan menjadikan peringatan Isra Mi’raj sebagai momentum yang tepat untuk refleksi diri dan lebih dekat kepada Allah SWT.

Lebih lanjut, dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten III Ir.Amartoni Ahadis, Ridho menyatakan bahwa Germas Kali ini adalah Germas Syariah

“Ada yang istimewa dalam konsep germas kali ini, karena dibarengi dengan pengajian dan Tausiyah dalam rangka peringatan Isra Mi’raj. Jadi tidak hanya sehat jasmani, tapi juga rohani. ini namanya Germas Syariah” papar Ridho.

Sementara itu, Bupati Lampung Timur Hj.Chusnunia Chalim,M.Si. yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Dr.Ir.Arisuwandi M.M, menyampaikan bahwa, pelaksanaan hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri dan kelompok terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

Chusnunia mengapresiasi dan siap mendukung serta melaksanakan program-program Provinsi Lampung khususnya yang dilaksanakan di Kabupaten Lampung Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Dr. dr. Reihana,M.Kes, sebagai ketua Pelaksana melaporkan, dalam kegiatan Germas kali ini tidak hanya diisi dengan makan buah bersama, tapi juga ada Khitanan Massal dan pemberian bantuan 20 bowl bagi peningkatan program sanitasi total berbasis masyarakat dari Panitia Hari Besar Islam (PHBI)

Selain itu, ada beberapa program bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berupa :
1. Program perbaikan gizi masyarakat, berupa MP ASI bagi bayi dan balita BGM, serta PMT bagi Bumil KEK sebesar Rp.519.760.000
2. Program obat dan pembekalan kesehatan sebesar Rp.352.381.785
3. Program pemberantasan penyakit berupa paket Buffer stock insektisida, Alkes, dan Logistic P2 sebesar Rp.75.000.000
4. Program sanitasi total berbasis masyarakat berupa 15 paket fiberglass ferornce plastik (FRP) plastik sebesar Rp.270.000.000.
5. Program pelayanan kesehatan perorangan berupa pelayanan RS keliling senilai Rp.85.486.000.
6. Program promosi dan pemberdayaan masyarakat Rp.962.200.000
7. Program kesehatan kerja olahraga berupa pengukuran kebugaran jasmani bagi 200 calon jamaah haji dan pembina pos UKK sebesar Rp.56.828.000
8. Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan tahun anggaran 2017 sebesar Rp.60.880.825.000
9.Program pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular berupa penggerakan masyarakat sehat peduli kanker dan media informasi PTM sebesar Rp.15.559.000. (RG)




Gerakan Masyarakat Hidup Sehat




Pengurus HAKLI Provinsi Lampung Periode 2017 – 2021 Resmi dilantik

BANDAR LAMPUNG – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr, Hj. Reihana, M.Kes diwakili Kepala Bidang Pencegahan & Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, drg. Anita Andriyani turut menghadiri dan menyampaikan sambutan pada Pelantikan Pengurus HAKLI Provinsi Lampung dan HAKLI Kabupaten/Kota se- Provinsi Lampung Periode Tahun 2017 – 2021 di Hotel Aston, Bandarlampung, Sabtu (11/3).

drg. Anita Andriyani, saat memberikan sambutan

Dihadapan anggota Profesi Kesehatan Lingkungan yang dilantik, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam sambutannya menyatakan bahwa eksistensi Organisasi Profesi dirasakan semakin diperlukan, hal ini dikarenakan tantangan pembangunan diera sekarang membutuhkan peran Organisasi yang berbasis kopetensi serta dikelola secara baik. Dikatakannya juga bahwa isu kesehatan lingkungan sudah menjadi perhatian Nasional dan Internasional sehingga dengan kondisi seperti HAKLI sebagai Organisasi Profesi dapat merevitalisasi diri serta mengambil peran secara aktif sehingga dapat berkonstribusi dalam pembangunan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan.

Sebagai penanggung jawab pembangunan di bidang kesehatan di Provinsi Lampung, saya berharap Kepengurusan HAKLI periode 2017-2021 dapat bekerjasama, berkoordinasi serta bersinergi secara baik dengan pemangku kebijakan di setiap level administrasi” ujar Dr.dr. Hj. Reihana, M.Kes.

Pelantikan Pengurus HAKLI Provinsi Lampung dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat HAKLI, Bambang Wahyudi, SKM, MM dilanjutkan pelantikan Pengurus HAKLI Kabupaten Kota se- Provinsi Lampung oleh Ketua HAKLI Provinsi Lampung, Agus Setyo Widodo, SKM, MKM.

Pengurus HAKLI Provinsi Lampung

Usai acara Pelantikan  diselenggarakan juga Lokakarya Pedoman Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Tenaga Kesehatan Lingkungan (P2KBTKL). Sekitar 500 orang tenaga kesehatan lingkungan se- Provinsi Lampung turut hadir mengikuti kegiatan ini.

Menurut Ketua Panitia Effendi, SKM, M.Kes kegiatan Lokakarya ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada anggota tentang Profesi Kesehatan Lingkungan, sebagaimana diatuir dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2017 Tentang Tenaga Kesehatan. “Kita berharap melalui kegiatan ini tenaga kesehatan lingkungan memahami kopetensinya sehingga memudahkan mereka dalam melaksanakan kegiatannya sebagai seorang tenaga kesehatan” ungkap Effendi.

Pengurus HAKLI Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung




Dinas Kesehatan Ajak Masyarakat Waspadai Kanker

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menghimbau agar masyarakat Lampung mengantisipasi serta mengurangi perilaku tidak sehat yang merupakan faktor penyebab resiko kanker.

Kepala Dinkes, Reihana, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Utama Lampung, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lampung, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Lampung, Pergerakan Anggota Muda IAKMI (IAMI) Lampung beserta jajaran Polresta Bandar Lampung yang dipimpin Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Murbani, menyelengarakan aksi simpatik memperingati Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari di Bundaran Tugu Adipura, Selasa (7/2/2017).

“Tema Hari Kanker Sedunia tahun 2016-2018 adalah Kita Bisa, Aku Bisa (We Can, I Can) yaitu untuk menyebarkan pesan bahwa setiap orang baik secara bersama maupun individual bisa mengambil peran dalam mengurangi beban dan permasalahan kanker,” kata Reihana dalam keterangan tertulisnya,

Menurutnya, penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ke tempat lain dalam tubuh penderita.

“Prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk dan penyebab kematian nomor 7 di Indonesia dengan kejadian 5,7% dari seluruh penyebab kematian menurut Riskesdas 2013 dan WHO memprediksikan 17 juta orang akan meninggal yang disebabkan kanker di tahun 2030,” jelas dia.

Data nasional menurut Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS,2010) terdapat 12.014 orang (28,7%) menderita kanker payudara, kanker leher rahim 5.349 orang (12,8%) menderita kanker leher rahim, 4.324 orang (10,4%) menderita leukemia, 3.486 orang (8,3%) menderita lymphoma dan 3.244 orang (7,8%) menderita kanker paru.

Berdasarkan data Riskesdas 2013 proporsi konsumsi tembakau di Provinsi Lampung adalah 32,8 %, poporsi aktivitas fisik cukup hanya 26,5%.

Dia juga mengatakan, bahwa kanker bisa menyerang siapa saja baik pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa, tapi kanker yang sering menyerang pada pria yaitu kanker paru, kolorektal, prostat, hati dan nasofaring. Jenis kanker yang sering dialami wanita adalah kanker payudara, leher rahim, kolorektal, ovarium dan paru. Sedangkan kanker yang sering dialami anak anak adalah kanker bola mata (Retinoblastoma) dan kanker darah (Leukemia).

Stadium awal kanker tumbuh setempat dan tidak menimbulkan keluhan ataupun gejala. Hal ini menyebabkan orang yang sudah terkena kanker tidak menyadarinya. Ada 7 gejala yang perlu diperhatikan dan diperiksa lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker dengan waspada. Waspada yang di maskud waktu buang air besar atau kecil ada perubahan kebiasaan atau gangguan alat pencernaan terganggu atau susah menelan, suara serak atau batuk tidak sembuh sembuh, payudara atau tempat lain ada benjolan, andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifat jadi gatal dan membesar, darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh, adanya koreng atau borok yang tidak sembuh sembuh.

Adapun faktor resiko terjadinya kanker yaitu, kata dia, seperti diet tidak seimbang dan rendah serat, kurang aktifitas fisik, merokok dan paparan asap rokok, paparan lingkungan berbahaya, konsumsi alkohol, perilaku seksual yang beresiko, paparan sinar ultra violet dan keturunan.




Tim Kesehatan Provinsi akan nilai Lambar

Tim Provinsi Lampung dijadwalkan turun ke Kabupaten Lampung Barat untuk verifikasi lapangan menindaklanjuti dokumen yang dikirimkan Dinas Kesehatan Lambar awal Maret lalu.

Kegiatan verifikasi berkas/dokumen tersebut merupakan salah satu kegiatan penilaian untuk meraih penghargaan tertinggi di bidang kesehatan yaitu penghargaan Swasti Saba Wiwerda dengan kreterianya adalah memenuhi empat indikator sehat melalui Forum Kabupaten Sehat (FKS) 2017.

Menurut rencana tim verifikasi dokumen dari provinsi itu dijadwalkan pada 4 April mendatang akan turun langsung ke lapangan,&rdquo; jelas Kabid Bina Kesehatan Dinas Kesehatan Lambar, Agus Darma Putra, mendampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Paijo,kepala Lampost.co, Jumat (31/3/2017).

Agus menambahkan Lambar tahun 2015 lalu berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa karena berhasil memenuhi kreteria dua tatanan kesehatan. Karena itu pihaknya menargetkan tahun ini Lambar dapat meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang memenuhi empat indikator sehat melalui forum kabupaten sehat pada 2017.

Apabila hasil verifikasi dari tim provinsi menyatakan bahwa Lambar layak, maka Gubernur akan merekomendasikan dan mengikutsertakan Lambar menjadi peserta penilaian di tingkat nasional untuk mendapatkan penghargaan skala nasional.

Jika hasil verifikasi provinsi menyatakan Lambar bagus maka dokumen akan dikirim ke pusat untuk dilakukan verifikasi ditingkat pusat,&quot; jelasnya.

Agus menjelaskan, ada beberapa tingkatan penghargaan Swasti Saba atau anugerah bidang kesehatan yaitu Swasti Saba Padapa atau penghargaan kepada daerah yang mampu memenuhi dua tatanan yaitu pemukiman dan fasilitas umum dinyatakan sehat serta sarana dan prasarana juga sehat.

Kemudian penghargaan lebih tinggi yaitu Swasti Saba Wiwreda karena memilki empat tatanan. Untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda itu, lanjut dia, maka daerah harus memenuhi empat tatanan yaitu pemukiman sehat, sarana dan prasarana sehat, pariwisata sehat serta perkantoran sehat.




(Rilis) Bantuan Bidang Kesehatan Pemerintah Provinsi Lampung Pada Bencana Banjir di Kabupaten Pesawaran

 

____________________________________________________________________________________________

Bandar Lampung, 22 Februari 2017
Sehubungan dengan terjadinya bencana banjir di Kabupaten Pesawaran, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menurunkan Tim Rapid Health Assesment (RHA) guna membantu penggulangan bancana khususnya tentang potensi gangguan kesehatan pasca banjir.

Tim RHA tersebut diturunkan atas arahan secara lisan  Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo kepada Kepala Dinas Kesehatan
DR. dr. Hj. Reihana, M.Kes pada hari Senin 20 Februari 2017 lalu. “Segera lakukan koordinasi dengan Kabupaten/Kota yang sedang mengalami bencana alam dan berikan bantuan terbaik dari Pemerintah Provinsi kepada masyarakat Lampung yang sedang terkena musibah,” ujar Kadinkes Provinsi menyampaikan arahan Gubernur tersebut kepada jajarannya Selasa, 21 Februari 2017 saat memberikan breafing pada tim RHA.

Tim RHA ditugaskan untuk melakukan penilaian tanggap darurat dan mitigasi gangguan kesehatan pasca bencana, hingga saat ini bantuan logistik kesehatan telah diberikan kepada Kota Bandar Lampung berupa larvasida dan Kabupaten Pesawaran berupa Obat obatan, kaporit dan Hygiene Kit.

Adapun laporan terakhir yang masuk ke Dinkes Provinsi Lampung terkait bencana banjir adalah Kabupaten Pesawaran.
Hasil assesment Tim RHA di Kabupaten Pesawaran adalah
1. H1,  21/02/2017 : Berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran terkait potensi jenis penyakit yang timbul,
estimasi jumlah penduduk yang mengalami gangguan kesehatan, estimasi jumlah Bayi dan Balita yang memerlukan MP ASI
2. H2, 22/02/2017 : Menurunkan Tim RHA yang terdiri dari (Dokter, Apoteker,Perawat, Bidan, Sanitarian, Ahli Gizi) untuk
melakukan penilaian masalah kesehatan lingkungan serta menyerahkan bantuan obat obatan, kaporit dan Hygine Kit

*Hasil pemantauan sementara*
1.  terdapat 8 kecamatan yang tertimpa bencana yaitu Way Lima, Gedong Tataan, Way Khilau, Padang Cermin, Teluk Pandan,
Marga Punduh, Negeri Katon dan Kedondong dimana terdapat 6.243 KK yang rumahnya terendam banjir, kelompok umur yang
rentan masalah kesehatan yaitu 518 bayi, 315 balita dan 279 ibu hamil.
2. Data awal didapatkan 2 korban meninggal, 2 orang dirawat dengan hipotermi
3. Posko kesehatan tambahan sebayak 14 posko rerata kunjungan di tiap posko sekitar 200 orang yang umumnya mengeluhkan
Diare, ISPA, Luka akibat terkena benda tumpul dan tajam.
Pemerintah Provinsi Lampung khususnya bidang kesehatan siap membantu memberikan logistik obat obatan, larvasida, insektisida dan kaporit

*Masalah yang perlu diinventarisasi* adalah
1. Sistem rujukan pasien
2. Penyakit potensi KLB  pasca banjir adalah Diare, DBD, Malaria, Keracunan Makanan

Instruksi Kadinkes Provinsi setelah mendapatkan laporan dari Tim RHA,”Inventarisasi kebutuhan logistik dan SDM Kesehatan yang dimiliki Kabupaten Kota yang terkena musibah, distribusikan buffer stok yang dimiliki provinsi, bila yang diperlukan kita akan memobilisasi petugas kesehatan bila perlu karena bisa jadi  petugas kesehatan yang ada di sana juga menjadi korban.”

Berita ini disampaikan oleh Humas Dinas Kesehatan Provinsi, informasi lebih lanjut dapat menghubungi Jubir Dinkes dr Asih Hendrastuti, M.Kes (Ponsel 082177016688)