Jaga Jarak, salah satu kunci hindari Covid-19

Terjadi penambahan kasus yang cukup signifikan, menggambarkan masih ada penularan penyakit ini (Covid-19) di tengah masyarakat. Kata Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jumat (27/3). dr. Achmad menekankan isolasi diri penting untuk mencegah penularan virus Corona. Isolasi diri di rumah dimaknai membatasi jarak dengan anggota keluarga, jika memungkinkan gunakan 1 kamar untuk 1 orang, tidak makan bersama pada satu meja, tidak menggunakan alat makan dan alat minum bersama. “Ada kontak dekat yang terjadi dengan kasus ini sehingga kemudian terjadi penularan dan kemudian memunculkan angka pasien sakit. inilah yang jadi faktor utama dalam kaitan penambahan kasus dari hari ke hari,” katanya.

Jaga jarak saat berinteraksi harus dipatuhi, karena, lanjut dr. Achmad, pada jarak yang sangat dekat kurang dari 1,5 meter membuka peluang besar untuk terjadinya penularan dari orang positif Covid-19 ke orang sehat melalui droplet.

Atau bisa juga terjadi kontak tidak langsung, misalnya percikan ludah orang positif Covid-19 mengenai barang-barang yang sering digunakan bersama seperti pegangan di bus atau gagang pintu. “Ini terjadi kemudian tidak disertai cuci tangan menggunakan sabun dan kemudian secara langsung makan atau minum tanpa cuci tangan atau menyentuh hidung mulut,” ujar dr. Achmad.

Inilah yang menjadi bukti bahwa kasus ini masih terus akan menular di tengah masyarakat kita. Oleh karena itu saya minta mari kita patuhi bersama hindari kontak dekat, oleh karena itu jaga jarak pada saat melaksanakan komunikasi dengan siapapun baik itu di rumah maupun di luar rumah,” tegas dr. Achmad.

Sumber : http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200327/4033520