Profil Bapelkes Provinsi Lampung

Bapelkes Provinsi Lampung
Jl. Soekarno Hatta No.7, Bandar Lampung. (0721)704550, 787277
Jl. Way Pisang No.4, Pahoman, Bandar Lampung. (0721) 267458
 

 

 

bapelkes1

 




Alur Pelaporan Data Rutin KIA – Seksi KESGA




ANEKA

Download dokumen ALKESMAK disini




Standar Pelayanan Publik Dinas Kesehatan Provinsi Lampung

[pdf-embedder url=”http://dinkes.lampungprov.go.id/wp-content/uploads/2016/03/standar-pelayanan-publik-dinkes-lampung.pdf”]




Visi & Misi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung

VISI

Rakyat Lampung Berjaya

MISI

Menjalankan Good Governance dalam pelayanan Publik
menuju Lampung Sehat Berjaya

MOTO

Sehat Modal Utama Menuju Lampung Sehat Berjaya

JANJI/MAKLUMAT PELAYANAN

Mendorong
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)
melalui upaya sosialisasi, fasilitasi, dan sinergi
program berbasis komunitas.
———————————————————————
Memperkuat peran Puskesmas dan memperbaiki
kualitas layanan Puskesmas bersinergi
dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.
———————————————————————
Mendorong peningkatan kualitas
pelayanan Rumah Sakit.

PENYELENGGARAAN PELAYANAN PUBLIK

  1. Pelaksanaan Pelayanan
  2. Pengelolaan Pengaduan masyarakat
  3. Pengelolaan Informasi
  4. Pengawasan Internal
  5. Penyuluhan pada Masyarakat
  6. Pelayanan Konsultasi



Alur Standard Operasional Prosedur Pelayanan Publik Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung




Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Dinas Kesehatan Provinsi Lampung




SEPUTAR VIRUS ZIKA

Bandar Lampung, 29 Januari 2016 – Sehubungan dengan maraknya penyakit yang terkait dengan virus zika maka kami kirimkan hal hal yang sering ditanyakan seputar penyakit tersebut.

PERTANYAAN SEPUTAR PENYAKIT VIRUS ZIKA
1. Apakah virus Zika itu?
Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan
dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

2. Bagaimana cara penularan virus Zika?
Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika
adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan
jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan daoat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.

3. Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?
Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki
risiko untuk terinfeksi termasuk ibu hamil.

4. Apa saja gejala infeksi virus Zika?
1 diantara 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Adapun gejala infeksi virus
zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit
kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus zika dilaporkan
terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan
tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan
sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini
dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.

5. Apakah ada komplikasi yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika?
Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun
hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.

6. Apa jenis pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil?
Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan
RT-PCR.

7. Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk virus Zika?
Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus
pada gejala yang ada.

8. Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?
Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut:
• Istirahat cukup
• Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
• Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
• Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation)
lainnya.
• Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

9. Bagaimana cara pencegahan penularan virus Zika?
Pencegahan penularan virus ini dapat dilakukan dengan:
• menghindari kontak dengan nyamuk
• melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup
tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas,
ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida,
menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
• melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui
Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
• meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti
diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap
gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan
memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah,
menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti
parfum dan deodoran.

10. Negara manasajakah yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?
Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah
Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador,
French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico,
Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap

11. Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?
Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit
yang lebih berat selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil
lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre.

12. Apakah ada hubungan antara infeksi virus Zika dengan kejadian mikrosefalus
kongenital?
Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang
dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

13. Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit
virus Zika?
Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan
dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan
perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

14. Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?
Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari
area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

Demikinan rilis ini dibuat semoga bermanfaat .

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Asih Hendrastuti,M.Kes (Hp. 082177016688), email: humas.kesehatanlampung@gmail.com




Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB melalui Gerakan “Temukan TB, Obati Sampai Sembuh (TOSS TB)”

Tahun ini kembali setiap tanggal 24 Maret kita peringati Hari Tuberkulosis Sedunia sebagai momen untuk membangun kesadaran masyarakat akan bahaya Tuberkulosis sebagai penyakit infeksi saluran napas yang paling sering dijumpai di Indonesia termasuk di Provinsi Lampung. Jumlah penderita TB di Provinsi Lampung sebanyak ….. orang. Banyaknya jumlah penderita TB (TB aktif maupun yang sudah pernah tertular dan kumannya ‘tidur’), ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan sehingga tidak sembuh tuntas, keterlambatan dalam menegakkan diagnosa, timbulnya masalah baru yang mempersulit eliminasi TB (yaitu MDR TB, TB HIV, TB DM, TB rokok dan TB pada anak), kemudian kejadian tuberkulosis juga berhubungan dengan situasi sosio ekonomi yang belum baik menjadi penyebab mengapa tuberkulosis belum dapat tuntas dieliminasi di Indonesia bahkan Dunia.

Tema global pada tahun ini adalah Unite To End TB. Sedangkan tema nasional adalah Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB melalui Gerakan Temukan TB, Obati Sampai Sembuh (TOSS TB).

Kuman TB sudah ditemukan sejak 24 Maret 1882, tapi sampai sekarang belum ada satu negara pun di dunia yang bebas tuberkulosis. Sebenarnya apakah TB itu? TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, walaupun pada sepertiga kasus menyerang organ tubuh lain seperti: kelenjar getah bening (limfadenitis TB), tulang belakang (Spondilitis TB), selaput otak (meningitis TB), perut (peritonitis TB), kulit, dan tenggorokan (laryngitis TB) dan ditularkan dari orang ke orang. Diagnosanya ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan jasmani, pemeriksaan bakteriologi, radiologi, dan pemeriksaan penunjang lainnya.

Gejala utama TB adalah batuk berdahak selama 2-3 minggu atau lebih. Gejala lain adalah dahak bercampur darah, batuk darah, sesak napas, badan lemas, dada terasa nyeri, demam meriang lebih dari sebulan, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik. Penyakit TB dapat menyebabkan kematian jika tidak diberi obat. Setelah dinyatakan positif TB, pasien diberi obat yang harus diminum secara teratur sampai tuntas selama 6-8 bulan. Selama masa pengobatan diperlukan pemeriksaan dahak pada tahap awal pengobatan, 1 (satu) bulan sebelum masa pengobatan berakhir, dan akhir pengobatan. Obat TB diberikan secara gratis dan dapat diperoleh di puskesmas/rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan keprihatinannya, “Yang patut kita waspadai adalah bertambahnya pasien tuberkulosis yang resisten alias kebal atau pasien MDR TB, kemudian pasien TB –HIV, pasien TB-Diabetes Mellitus, TB dikalangan perokok juga kasus TB pada anak-anak”.
MDR TB atau Multi Drug Resistent Tuberculosis dimana MDR TB memiliki kekebalan terhadap obat anti TB utama, yaitu rifampisin dan INH. Pengobatan MDR TB pun lebih sulit, obatnya lebih banyak yang harus diminum, waktu pengobatannya lebih lama sampai sekitar dua tahun dan memiliki efek samping yang lebih sering. Menurut data Kemenkes, ada sekitar 6800 kasus MDR TB dan Indonesia menduduki peringkat ke 10 yang merupakan MDR TB terbanyak di dunia. Untuk pelayanan TB MDR, di Provinsi Lampung sudah mulai beroperasional pada bulan Juni di Rumah Sakit Abdul Moeloek. Untuk suspek MDR selama tahun 2014 sebanyak 162 suspek MDR yang telah diperiksa menggunakan alat Genexpert. Dengan 39 kasus positif MDR, dan baru 17 kasus yang bersedia di obati.
Provinsi Lampung telah melaksanakan strategi DOTS sejak lebih dari satu dasawarsa, dimana DOTS adalah metode pengawasan untuk meningkatkan ketaatan pasien menuntaskan pengobatan. Di Puskesmas misalnya, pasien TB wajib minum obat di depan petugas kesehatan. Pada tahun 2015, angka kesembuhan dicapai sebesar 86,05 % dengan succes rate sebesar 91,96 % merupakan salah satu hasil dari upaya-upaya yang dilakukan secara sistematis dan terstruktur oleh Program TB Paru di Provinsi Lampung.
Dalam memerangi penyebaran TB terutama pada anak anak yang masih rentan daya tahan tubuhnya, Pemerintah Indonesia telah memasukkan imunisasi BCG (untuk mencegah TB berat misalnya : TB selaput otak dan TB paru berat) sebagai salah satu program prioritas imunisasi wajib nasonal beserta dengan 4 jenis imunisasi wajib lainnya yaitu hepatitis B, Polio, DPT, dan campak.
dr. Hj. Reihana, M.Kes menambahkan, “Penderita TB berpotensi menularkan penyakit pada orang disekitarnya, termasuk keluarga dan lingkungan kerja. Oleh karena itu sangat penting untuk menemukan dan mengobati seluruh penderita TB sampai sembuh”.
Perlu kesadaran bagi masyarakat bila dirinya terdiagnosis tuberkulosis maka harus hati-hati saat berinteraksi dengan orang lain agar tidak batuk sembarangan, tidak membuang ludah sembarangan tetapi meludah di tempat tertentu seperti kaleng tertutup yang sudah diisi dengan sabun, karbol atau lisol. Buanglah dahak tersebut ke lubang WC atau timbun ke dalam tanah di tempat yang jauh dari keramaian. Sangat dianjurkan untuk bersedia memakai masker atau setidaknya sapu tangan atau tisu, menutup mulut pada waktu batuk dan bersih, menelan obat anti TB (OAT) secara lengkap dan teratur sampai sembuh, cuci tangan dengan sabun setelah tangan digunakan untuk menutup hidung/mulut pada waktu batuk dan bersin, ventilasi yang cukup, sehingga udara segar dan sinar matahari masuk ke dalam rumah, mengusahakan sinar matahari masuk ke ruang tidur, serta menjemur alat-alat tidur sesering mungkin karena kuman TB mati oleh sinar matahari.
“Masyarakat juga perlu memberikan dukungan moril kepada penderita TB agar berobat sampai sembuh tuntas dan tidak bersikap diskriminatif terhadap pasien TB serta melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)”, pesan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Prov. Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes (Hp. 082177016688),email: humas.kesehatanlampung@gmail.com




PRARAKERKESNAS PROVINSI LAMPUNG 2016

Bandar Lampung, Maret 2016, Kemarin Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Hj. Reihana, M.Kes membuka pertemuan Prarakerkesnas Provinsi Lampung 2016 yang dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan organisasi profesi.

Tujuan kegiatan ini adalah menggalang koordinasi dalam rangka identifikasi permasalahan dan inovasi daerah yang nantinya akan dipergunakan sebagai masukan substansi pembahasan tingkat nasional.

Sepuluh (10) topik yang menjadi substansi Rakerkesnas (Rapat Kerja Kesehatan Nasional) yang harus disiapkan adalah : Penguatan puskesmas dalam mendukung upaya promotif dan preventif; Penguatan peran serta lintas sektor secara terintegrasi untuk mendukung masyarakat sehat; Upaya pencapaian target akreditasi Puskesmas dan RS; Pemenuhan, pemerataan, retensi dan pendayagunaan SDM Kesehatan; Sinkronisasi dan integrasi SDM Kesehatan; Sinkronisasi struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014; Pengendalian dan peningkatan kewaspadaan penyakit serta penanggulangan resiko Kejadian Luar Biasa (KLB); Kesiapan bidang kesehatan dalam penertiban tenaga kesehatan WNA (Warga Negara Asing) dalam pelayanan kesehatan; Pengawalan penggunaan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK); dan Mendukung pelaksanaan JKN dengan mempersiapkan fasilitas kesehatan yang bermutu.

Prarakerkesnas Provinsi Lampung 2016 ini dihadiri oleh dr. Anung Sugihantono, M. Kes., Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI sebagai keynote speaker dengan materi Pendekatan Keluarga Sehat dalam rangka menyongsong Indonesia Sehat serta paparan empat (4) mahasiswa doktoral Universitas Andalas tentang penelitian inovasi yang dilakukan di Lampung yaitu Simulator Permata Bunda dalam Prediksi Resiko Bawah Garis Merah Pada Balita, Model Regita dalam Pencegahan Komplikasi Kehamilan dan Persalinan, Model Puzzle Budi dalam Peningkatan ASI Eksklusif, dan Model Promosi Kesehatan Ayla dalam Pengendalian Penyakit Malaria di Daerah Endemis.

Pada Prarakerkesnas Lampung 2016 ini juga diadakan lomba poster kesehatan bagi puskesmas se-Provinsi Lampung dan lomba twitter bagi seluruh peserta prarakerkesnas yang hadir di Hotel Novotel. Adapun pemenang lomba poster adalah : juara 1 Puskesmas Branti Lampung Selatan dengan tema Periode Emas, juara 2 Dinkes Way Kanan dengan tema Stop Merokok, juara 3 Puskesmas Buay Nyerupa Lampung Barat dengan tema Waspada TB/Tuberkulosis, harapan 1 adalah Dinkes Way Kanan tema Posyandu, harapan 2 Puskesmas Biha Pesisir barat dengan tema Ayo Makan Ikan, dan harapan 3 Puskesmas Margojadi Mesuji dengan tema Stop Pasung.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Prov. Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes (Hp. 082177016688),email: humas.kesehatanlampung@gmail.com