Kick Off Pencanangan Bulan Imunisasi Anak (BIAN) di Provinsi Lampung, berlangsung meriah!

Kick Off Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Provinsi Lampung Tahun 2022 dilaksanakan pada Rabu (18/5/2022). Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia, melakukan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dengan tema “Melindungi Anak Indonesia Dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi”, di SDN 1 Rawalaut, Bandarlampung.

Hadir pada acara tersebut anggota Forkopimda Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung, Walikota Bandar Lampung, Kepala Satuan Kerja Daerah Provinsi Lampung dan Kota Bandar Lampung, Organisasi Profesi se-Provinsi Lampung, Ketua Tim Penggerak PKK se-Provinsi Lampung, Tim dari WHO & UNICEF perwakilan Lampung.

Pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur mengajak seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung untuk kerja bersama menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana menyampaikan bahwa Bulan Imunisasi Anak Nasional dilaksanakan dalam 2 tahap. Tahap 1 untuk provinsi di luar Jawa-Bali (termasuk Provinsi Lampung) yang akan dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2022 dan tahap 2 untuk provinsi di Jawa & Bali yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.

Adapun sasaran pelaksanaannya adalah sebagai Imunisasi rambahan Campak Rubela yang diberikan untuk anak umur 9 Bulan s.d kurang dari 12 Tahun*, serta pelengkap imunisasi Polio dan DPT-HB-Hib bagi anak umur 12 s.d 59 Bulan.

*Khusus Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau sampai kurang dari 15 Tahun




PEKAN IMUNISASI NASIONAL (PIN) POLIO TAHUN 2016 SUKSES!

Hari ini 18 Maret 2016 adalah hari terakhir sweeping PIN Polio 2016 di Provinsi Lampung. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr. Hj. Reihana, M.Kes menyampaikan, “PIN Polio berlangsung pada tanggal 8 sampai dengan 15 Maret 2016 dan dilanjutkan dengan 3 (tiga) hari sweeping yaitu mencari balita sasaran ke rumah-rumah bila belum mendatangi POS PIN selama sepekan sebelumnya”.

Sasaran PIN Polio Provinsi Lampung adalah balita usia kurang dari 59 bulan sejumlah 786.031 jiwa. Hasil laporan yang diterima Posko PIN Polio Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hingga pukul 19.00 WIB kemarin (17 Maret 2016), jumlah balita yang mendapatkan imunisasi Polio selama PIN dan sweeping adalah 811.526 orang (103,24%) dimana target yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan RI sebesar 95%.

Adapun rincian untuk Kabupaten/Kota adalah sebagai berikut: Lampung Barat 28.144 balita (102,12%), Tanggamus 59.199 balita (104,97%), Lampung Selatan 106.621 balita (102,26%), Lampung Timur 94.153 balita (98,47%), Lampung Tengah 113.847 balita (103,22%), Lampung Utara 60.362 balita (105,47%), Way Kanan 49.028 balita (104,78%), Tulang Bawang 49.202 balita (100,41%), Pesawaran 41.274 balita (107,3%), Pringsewu 34.052 balita (111,41%), Mesuji 21.417 balita (99,48%), Tulang Bawang Barat 26.495 balita (103,01%), Pesisir Barat 15.126 balita (97,56%), dan Bandar Lampung 94.268 balita (105,78%).

Jumlah logistik vaksin PIN Polio yang disiapkan adalah 44.140 vial, dimana yang digunakan sebanyak 43.736 vial, rasio penggunaan adalah 18,55 berarti penggunaan vaksin dianggap sesuai perencanaan karena 1 vial vaksin PIN Polio berisi 20 dosis.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Prov. Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes (Hp. 082177016688),email: humas.kesehatanlampung@gmail.com




AYO CEGAH POLIO! DATANGI POS PIN POLIO TERDEKAT

Bandar Lampung, Maret 2016 – Besok Pos PIN Polio yang terletak di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Pustu, Klinik Swasta, Rumah Sakit dan tempat-tempat umum seperti terminal, pelabuhan dan bandara dapat didatangi orang tua yang memiliki anak usia 0-59 bulan untuk mendapatkan imunisasi polio GRATIS yang dilaksanakan serentak di 34 Provinsi di Indonesia pada tanggal 8 hingga 15 Maret 2016.

Di Provinsi Lampung, jumlah Pos PIN yang disediakan sebanyak 8.810 pos dengan 39.765 kader yang terlibat. Sasaran PIN Polio tahun ini usia 0 s.d 59 bulan adalah 784.736 jiwa dan jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 46.750 vial, dimana 1 vial dapat digunakan untuk 17 sasaran.

Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus poliomyelitis yang menyebabkan kelumpuhan pada otot terutama otot tungkai bawah dan tidak bisa disembuhkan, selain itu dapat juga menyerang otot lain seperti otot pernafasan sehingga dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak, ditularkan dari orang ke orang, dan menyebar melalui kontak dengan makanan, air atau tangan yang terkontaminasi dengan kotoran (tinja) atau sekresi tenggorokan dari orang yang terinfeksi.

Gejala awalnya antara lain demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher dan nyeri tungkai. Dalam sebagian kecil kasus bisa mengalami kelumpuhan. Tidak ada obat untuk mengobati polio, akan tetapi dengan kebersihan pribadi yang baik dan sanitasi publik yang baik dapat membantu mencegah penularan penyakit polio, disamping itu langkah terbaik pencegahan polio adalah dengan vaksinasi atau imunisasi polio. Idealnya imunisasi Polio diberikan 4 kali pada umur 1, 2, 3 dan 4 bulan, dan dapat diulang (booster) pada usia 18-24 bulan serta usia 5 tahun.

Tujuan PIN Polio sendiri adalah untuk dapat menghilangkan/eradikasi Polio di dunia pada tahun 2020 dengan memastikan tingkat imunitas terhadap Polio di populasi dengan cakupan > 95% dan memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0 s.d 59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus Polio yang disebabkan oleh virus Polio sabin, sehingga diharapkan semua sasaran mendatangi Pos PIN tanpa memandang apakah sudah pernah di vaksin polio ataupun belum divaksin.

Pemberian imunisasi Polio ini dengan cara di tetes, tiap balita mendapatkan 2 tetes vaksin Polio. Tidak ada efek samping dari pemberian vaksin ini, akan tetapi ada beberapa kondisi dimana balita harus ditunda pemberian vaksin Polionya seperti sakit diare atau muntah, ataupun kondisi balita yang tidak boleh diberikan vaksin seperti memiliki penyakit gangguan sistem kekebalan tubuh contohnya HIV AIDS.

Untuk Provinsi Lampung direncanakan pencanangan dilakukan esok hari pada tanggal 8 Maret 2016 di Lapangan Waydadi Sukarame yang rencananya akan dihadiri oleh Bapak Gubernur M. Ridho Ficardo dan Ketua TP PKK Ibu Yustin Ficardo. Pada saat yang sama di Kabupaten/Kota juga dilakukan pencanangan oleh para Bupati/Walikota masing-masing.

Demi terwujudnya generasi Lampung yang sehat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung menyampaikan harapan beliau agar seluruh balita usia 0 s.d 59 bulan yang ada di Provinsi Lampung mendapatkan vaksin Polio untuk mencapai eradikasi Polio (bebas Polio) pada akhir tahun 2020. “Saya harapkan dukungan dari organisasi masyarakat, organisasi profesi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh unsur masyarakat agar mendukung para orangtua untuk membawa putra putrinya yang berusia 0 s.d 59 bulan ke Pos PIN terdekat pada tanggal 8 s.d 15 Maret 2016 untuk mendapatkan vaksin Polio”, himbau beliau.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Prov. Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes (Hp. 082177016688),email: humas.kesehatanlampung@gmail.com




MARI SUKSESKAN KAMPANYE PIN POLIO di PROVINSI LAMPUNG.

Bandar Lampung, Februari 2016 – Poliomyelitis atau penyakit polio adalah penyakit yang sangat menular disebabkan oleh infeksi virus polio, terutama pada anak-anak. Virus ini ditularkan dari orang ke orang, menyebar melalui kontak dengan makanan, air atau tangan yang terkontaminasi dengan kotoran (tinja) atau sekresi tenggorokan dari orang yang terinfeksi. Virus ini akan menyerang sistem syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Gejala awal polio adalah demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher dan nyeri tungkai. Dalam sebagian kecil kasus bisa mengalami kelumpuhan. Tidak ada obat untuk mengobati polio, akan tetapi dengan kebersihan pribadi yang baik dan sanitasi publik yang baik dapat membantu mencegah penularan penyakit polio, disamping itu langkah terbaik pencegahan polio adalah dengan vaksinasi atau imunisasi polio.

Agar Polio “hilang” di masyarakat, yang harus kita lakukan adalah mensukseskan program imunisasi. Setiap bayi harus mendapatkan imunisasi dasar diantaranya adalah Polio. Idealnya imunisasi Polio diberikan 4 kali pada umur 0, 2, 4 dan 6 bulan, dan dapat diulang (booster) pada usia 18-24 bulan serta usia 5 tahun.

Berdasarkan penilaian resiko yang dilakukan WHO sejak 2011 – 2014 menunjukkan bahwa 20% kasus non polio AFP tidak mendapatkan imunisasi polio lengkap. Gambaran ini serupa dengan keadaan pada tahun 2005 pada saat terjadi KLB Polio di Indonesia sehingga Indonesia direkomendasikan untuk melaksanakan PIN (Pekan Imunisasi Nasional). Pada tahun ini PIN Polio akan dilaksanakan serentak di 34 Provinsi di Indonesia pada tanggal 8 hingga 15 Maret 2016.

PIN Polio adalah pemberian imunisasi tambahan Polio kepada kelompok sasaran imunisasi anak dibawah 5 tahun (anak usia 0 s.d 59 bulan) untuk mendapatkan imunisasi Polio tanpa memandang status imunisasi yang dilakukan berdasarkan hasil evaluasi program dan kajian epidemiologi.

Tujuan PIN Polio sendiri adalah untuk dapat menghilangkan/eradikasi Polio di dunia pada tahun 2020 dengan memastikan tingkat imunitas terhadap Polio di populasi dengan cakupan > 95% dan memberikan perlindungan secara optimal dan merata pada kelompok umur 0 s.d 59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus Polio yang disebabkan oleh virus Polio sabin.

Dalam rangka PIN Polio, akan dibuatkan Pos PIN yang terletak di Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Pustu, Klinik Swasta, Rumah Sakit dan tempat-tempat umum seperti terminal, pelabuhan dan bandara.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bekerjasama dengan lintas sektor terkait seperti Kanwil Kemenag, Disdik, Diskominfo, Biro Binsos, Biro Hukum, Bappeda, Badan PP dan PA, BPMPD, KKP, Kepolisian, TP PKK, IDI, IDAI, PRSSI, ARSADA, IAKMI, PPNI, IBI telah melakukan pertemuan pendahuluan dan telah dibentuk kelompok kerja (Pokja) dengan program awal adalah penyebarluasan informasi pelaksanaan PIN
Polio, persiapan logistik, dan pencanangan PIN Polio oleh Gubernur untuk tingkat Provinsi dan oleh Bupati/Walikota untuk tingkat Kabupaten/Kota.

Untuk Provinsi Lampung direncanakan pencanangan dilakukan pada tanggal 8 Maret 2016 di Lapangan Waydadi Sukarame yang akan langsung dihadiri oleh Bapak Gubernur M. Ridho Ficardo dan Ketua TP PKK Ibu Yustin Ficardo. Pada saat yang sama di Kabupaten/Kota juga dilakukan pencanangan oleh para Bupati/Walikota masing-masing.

“Untuk Provinsi Lampung, jumlah Pos PIN yang disediakan yaitu 8.450 pos dengan 38.974 kader yang terlibat. Sasaran PIN Polio tahun ini usia 0 s.d 59 bulan adalah 788.992 jiwa dan jumlah vaksin yang disiapkan sebanyak 47.000 vial, dimana 1 vial dapat digunakan untuk 17 sasaran”, disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, ibu dr. Hj. Reihana, M.Kes.

Pemberian imunisasi Polio ini dengan cara di tetes, tiap balita mendapatkan 2 tetes vaksin Polio. Tidak ada efek samping dari pemberian vaksin ini, akan tetapi ada beberapa kondisi dimana balita tidak boleh diberikan vaksin ataupun harus ditunda pemberian vaksin Polionya.

Dalam siaran di radio ASN tanggal 12 Februari 2016 kemarin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga menyatakan harapan beliau agar seluruh balita usia 0 s.d 59 bulan yang ada di Provinsi Lampung mendapatkan vaksin Polio untuk mencapai eradikasi Polio (bebas Polio) pada akhir tahun 2020. “Kepada para orangtua agar membawa putra putrinya yang berusia 0 s.d 59 bulan ke Pos PIN terdekat pada tanggal 8 s.d 15 Maret 2016 untuk mendapatkan vaksin Polio”, tambah beliau.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Humas Dinas Kesehatan Prov. Lampung dr. Asih Hendrastuti, M.Kes (Hp. 082177016688),email: humas.kesehatanlampung@gmail.com