Lokakarya Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Kaji pencegahan anak dan remaja tertular Tuberkulosis

image_pdfimage_print

Bandar Lampung, 30 September 2021—————————–Permasalahan pada kelompok anak usia sekolah dan remaja sangat beragam. Pada anak usia sekolah masalah kesehatan yang dihadapi adalah seputar gizi, kebersihan perorangan, dan penyakit menular seperti diare, Infeksi Saluran Napas Akut (ISPA), Tuberkulosis (TBC).

Sedangkan pada masa remaja terkait pada gizi pun, masalah-masalah kesehatan termasuk penyakit tidak menular yaitu penyakit diabetes mellitus, hipertensi, banyak disebabkan oleh perilaku hidup yang tidak sehat dan masalah perilaku berisiko seperti penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif (NAPZA),dan seks di luar pra nikah dan kekerasan.

Investasi terhadap upaya promotif dan preventif pada anak usia sekolah dan remaja sangat berguna untuk menekan kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup dengan mempersiapkan kelompok usia ini dalam memasuki masa pernikahan, dan kehamilan sebagai masa yang perlu mendapat perhatian khusus agar dapat menciptakan penerus generasi berkualitas.

Hal ini sejalan dengan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2021 yang diberi tajuk “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” serta dicanangkannya Vaksinasi anak usia 12 – 17 Tahun di 3 Provinsi (Lampung, Jawa timur dan Gorontalo). Di Provinsi Lampung sendiri, Pencanangan Vaksinasi tersebut dilaksanakan di Kabupaten Tanggamus, dengan Jumlah sasaran 523 siswa didik, di 3 Satuan Pendidikan ,yaitu, SMA 1 Kota Agung, SMPN Kelumbayan dan SMP Al Islam Cukuh Balak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr Hj. Reihana, M. Kes.(belakang paling tengah) didampingi oleh Kepala Bidang Pencegahan danPengendalian Penyakit dan Kepala Seksi Kesehetan keluarga dan Gizi berfoto bersama seluruh peserta lokakarya, di hotel Emersia, Bandar Lampung (30/9/21)

Lokakarya yang dilaksanakan di hotel emersia bandar lampung yang berlangsung dari tanggal 29 September – 1 Oktober 2021, dibuka langsung oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr Hj. Reihana, M. Kes. dalam arahannya beliau menuturkan perhatian terhadap permasalahan perkembangan remaja melalui pengembangan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Puskesmas, Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong agar Puskesmas mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas,serta mampu melakukan Skrining Kasus TBC. agar tercapainya cakupan penemuan kasus di puskesmas.

Beliau juga berpesan kepada peserta lokakarya agar kiranya dapat bertugas dengan optimal setelah mendapatkan peningkatan ilmu yang didapat dari pertemuan ini.

Narasumber dari kegiatan ini berasal dari Organisasi Profesi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).
seta Narasumber Lintas Sektor Terkait (Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Tim Pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS).