Percepatan Penurunan Stunting Untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Menuju Rakyat Lampung Berjaya

Visi pembangunan kesehatan Provinsi Lampung sesuai dengan Visi Kepala dan Wakil Kepala Daerah periode 2019-2024 adalah “Rakyat Lampung Berjaya”.

Dalam rangka mencapai visi “Rakyat Lampung Berjaya” tersebut,
terkait dengan kesehatan, ada pada Misi ke-3 yaitu : Meningkatkan kualitas SDM dan mengembangkan upaya perlindungan anak, pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas.

Terdapat 2 (dua) Janji Kerja atau Agenda Kerja Utama (AKU) yang menjadi prioritas upaya pembangunan kesehatan yaitu : Janji Kerja ke – 26 atau Agenda Kerja Utama [AKU] ke – 11 yaitu : “Lampung Ramah Perempuan dan Anak”, yang terdiri dari:
1) Merevitaliasi layanan-layanan kesehatan khusus untuk perempuan dan anak.
2) Menyediakan dan menfasilitasi ruang-ruang laktasi (ruang menyusui) di tempat kerja, kantor instansi pemerintah, swasta dan ruang publik.
3) Memfasiltasi pemenuhan gizi yang baik bagi anak  dalam rangka pencegahan kekurangan gizi pada anak khususnya STUNTING.

Berikutnya pada Janji Kerja ke-28 atau Agenda Kerja Utama [AKU] ke-14 yaitu :
“Lampung Sehat” yang dilaksanakan dengan 3 upaya yaitu:

1) Mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) melalui upaya sosialisasi, fasilitasi, dan sinergi program berbasis komunitas.
2) Memperkuat peranan Puskesmas dan memperbaiki kualitas layanan Puskesmas bersinegi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.
3) Mendorong peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit.

Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) Tahun 2022
Prevalensi Stunting di Provinsi Lampung mengalami penurunan yang cukup signifikan
yaitu sebesar 15,2% jika dibanding dengan hasil survey yang sama pada tahun 2021 sebesar 18,50%.
Hal ini menjadikan Provinsi Lampung secara nasional menduduki peringkat ke TIGA
Provinsi dengan prevalensi stunting terendah tahun 2022
Dibawah Provinsi Bali dan DKI Jakarta.

Share: